Pasokan Berlimpah, Goldman Prediksi Harga Minyak Turun Tahun Ini

avatar
· Views 605
  • Harga minyak diproyeksikan melemah pada 2026 akibat surplus pasokan global, meski risiko geopolitik menjaga volatilitas.
  • Goldman Sachs mempertahankan proyeksi rendah: Brent USD56 dan WTI USD52 pada 2026, dengan potensi titik terendah di akhir tahun.
  • Harga diperkirakan pulih bertahap mulai 2027, namun risiko penurunan masih dominan karena pasokan non- OPEC melimpah.

Ipotnews - Harga minyak diperkirakan bergerak melemah sepanjang tahun ini seiring melimpahnya pasokan global yang berpotensi menciptakan surplus di pasar, meski risiko geopolitik yang melibatkan Rusia, Venezuela, dan Iran diprediksi tetap memicu volatilitas.
Demikian disampaikan Goldman Sachs dalam catatan analis, seperti dilansir  Reuters,  di Bengaluru, Senin (12/1).
Bank investasi tersebut mempertahankan proyeksi rata-rata harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) pada 2026 masing-masing USD56 dan USD52 per barel.
Goldman juga memperkirakan harga Brent dan WTI akan mencapai titik terendah di kisaran USD54 dan USD50 per barel pada kuartal keempat 2026, seiring meningkatnya persediaan minyak di negara-negara OECD .
Goldman Sachs menilai lonjakan stok minyak global serta proyeksi surplus sekitar 2,3 juta barel per hari pada 2026 menunjukkan bahwa penyeimbangan kembali pasar kemungkinan membutuhkan harga minyak yang lebih rendah guna memperlambat pertumbuhan pasokan non- OPEC , dan menjaga pertumbuhan permintaan, kecuali terjadi gangguan pasokan besar atau pemangkasan produksi oleh OPEC .
Pada perdagangan siang ini, harga minyak mentah Brent berada di kisaran USD63 per barel, sementara WTI di rentang USD59 per barel. Sepanjang 2025, kedua acuan tersebut mencatat kerugian hampir 20%, menjadi kinerja tahunan terburuk sejak 2020.
Goldman Sachs juga mencatat fokus perumus kebijakan Amerika Serikat untuk menjaga pasokan energi yang kuat dan harga minyak yang relatif rendah diperkirakan membatasi potensi kenaikan harga secara berkelanjutan menjelang pemilu paruh waktu.
Meski demikian, bank tersebut memperkirakan harga minyak akan mulai pulih secara bertahap pada 2027, seiring melambatnya pasokan non- OPEC dan tetap kuatnya pertumbuhan permintaan, sehingga pasar kembali mengalami defisit.
Untuk 2027, Goldman memproyeksikan harga rata-rata Brent dan WTI masing-masing USD58 dan USD54 per barel, meski angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya akibat revisi kenaikan pasokan dari Amerika Serikat, Venezuela, dan Rusia.
Dalam jangka panjang, Goldman Sachs memperkirakan pemulihan harga yang lebih signifikan menjelang akhir dekade ini, didorong oleh pertumbuhan permintaan hingga 2040 setelah bertahun-tahun minimnya investasi jangka panjang di sektor energi. Untuk periode 2030-2035, harga rata-rata Brent dan WTI diproyeksikan masing-masing berada di kisaran USD75 dan USD71 per barel.
Goldman Sachs menilai risiko terhadap proyeksi harga tersebut cenderung mengarah ke penurunan, mengingat potensi tambahan pasokan dari negara-negara non- OPEC serta kecilnya kemungkinan OPEC melakukan pemangkasan output, meski risiko geopolitik masih membayangi pasar minyak global. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest