Kedelai Chicago Menguat Dua Hari Beruntun, Didukung Pembelian China

avatar
· Views 347
  • Harga kedelai CBOT naik didorong pembelian berlanjut China dan kenaikan harga minyak mentah.
  • Gandum menguat tipis, sementara jagung bergerak stabil di tengah pasokan global yang relatif terjaga.
  • Pasar menanti laporan USDA terkait proyeksi ekspor dan panen kedelai serta jagung AS.

Ipotnews - Kedelai berjangka Chicago menguat untuk sesi kedua berturut-turut, Senin, didorong kenaikan harga minyak serta berlanjutnya pembelian pasokan Amerika Serikat oleh China. Sementara itu, harga gandum ikut menguat tipis, sedangkan jagung bergerak stabil.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) naik 0,09 persen menjadi USD1.063,50 per bushel pada pukul 08.10 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Senin (12/1).
Sementara, kontrak gandum CBOT menguat 0,24 persen jadi USD518,50 per bushel, sedangkan harga jagung tidak berubah di posisi USD445,75 per bushel.
Penguatan harga kedelai terjadi seiring pembelian berkelanjutan oleh China setelah tercapainya gencatan dagang pada akhir Oktober. Jumat lalu, badan pengelola cadangan pangan China, Sinograin, membeli sedikitnya 10 kargo kedelai AS, mendekati komitmennya untuk membeli 12 juta metrik ton hasil panen kedelai Amerika terbaru hingga akhir Februari.
Sinograin juga dijadwalkan melelang 1,1 juta ton kedelai impor pada Selasa, sebagai upaya mengosongkan ruang penyimpanan menjelang kedatangan pengiriman kedelai dari Amerika Serikat.
Kenaikan harga kedelai turut ditopang oleh penguatan harga minyak mentah global. Harga minyak melanjutkan kenaikan, Senin, di tengah kekhawatiran bahwa meningkatnya aksi protes di Iran dapat mengganggu pasokan dari negara produsen OPEC tersebut.
Harga minyak memiliki korelasi dengan minyak kedelai (soyoil), yang kerap mengikuti pergerakan minyak mentah karena digunakan sebagai bahan baku biofuel pengganti bahan bakar fosil.
Dari sisi pasokan global, konsultan Patria AgroNegocios melaporkan bahwa petani Brasil memanen sekitar 0,53 persen dari total estimasi area tanam kedelai musim 2025/2026, lebih cepat dibandingkan 0,05 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Pelaku pasar kini menantikan laporan tanaman dari Departemen Pertanian Amerika Serikat ( USDA ). Sejumlah analis memperkirakan USDA akan menurunkan proyeksi permintaan ekspor kedelai AS untuk musim tanam saat ini, seiring melemahnya penjualan ke China. Lembaga tersebut juga diperkirakan memangkas estimasi panen jagung dan kedelai AS, sebagian akibat kondisi cuaca kering pada musim gugur.
Terkait gandum, trader menilai masih terlalu dini bagi cuaca kering untuk berdampak signifikan terhadap hasil gandum musim dingin AS. Kondisi tanaman gandum di wilayah Plains sejauh ini masih dinilai relatif baik.
Sementara itu, commodity funds tercatat menjadi net buyer kontrak jagung, kedelai, dan gandum CBOT , menurut trader, Jumat. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest