Marak Jual-Beli Kendaraan STNK Only, OJK Sebut Ancaman buat Multifinance

avatar
· Views 550
Marak Jual-Beli Kendaraan STNK Only, OJK Sebut Ancaman buat Multifinance
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai aktivitas jual-beli kendaraan hanya menggunakan STNK tanpa BPKB (STNK Only) menjadi persoalan serius. Aktivitas ini mengancam keamanan aset jaminan hingga stabilitas industri pembiayaan atau multifinance.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan praktik tersebut berpotensi meningkatkan risiko pembiayaan, khususnya pada segmen mobil dan sepeda motor.

"OJK memandang praktik jual-beli kendaraan STNK only dan aksi premanisme sebagai ancaman terhadap keamanan aset jaminan, kepastian hukum, dan stabilitas industri pembiayaan," kata Agusman dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Harga Emas Lagi Melejit, Bisnis Gadai Jadi Mesin Cuan

Oleh karena itu, menurut Agusman, koordinasi lintas lembaga harus terus diperkuat dalam rangka meminimalisir praktik serupa di lapangan. Perusahaan multifinance juga didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian.

ADVERTISEMENT

"Perusahaan multifinance juga didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan verifikasi dokumen agunan dan pelindungan konsumen," ujarnya.

Sebagai informasi, OJK mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance secara keseluruhan mencapai Rp 506,82 triliun per November 2025. Jumlah ini tumbuh 1,09% secara tahunan atau year-on-year(YoY).

Baca juga: Warga RI Terjebak Pinjol, Utang Nyaris Rp 100 Triliun!

Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per November 2025 sebesar 2,44%. Angkanya terbilang membaik, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,47%.

Sementara itu, data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Angka tersebut turun 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Meski turun dibanding tahun lalu, penjualan mobil di Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai target. Salah satunya berkat performa Desember yang naik 26,9% dari bulan sebelumnya.

Tidak hanya di level wholesales, performa di level retail sales atau penjualan langsung ke konsumen juga positif. Sepanjang 2025, sebanyak 833.692 unit mobil berpindah tangan ke garasi konsumen. Namun angka itu turun 7,2% secara YoY.

(shc/ara)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest