​​​​​​​Rupiah Ditutup Melemah Tertekan Membaiknya Data Perekonomian AS

avatar
· Views 782
  • Rupiah melemah 0,13% ke level Rp16.819 per dolar AS pada penutupan Jumat (9/1), seiring penguatan dolar AS di pasar global.
  • Penguatan dolar dipicu data ekonomi AS yang membaik, terutama defisit perdagangan yang menyempit tajam dan produktivitas tenaga kerja yang meningkat kuat.
  • Defisit perdagangan AS Oktober menyusut 39% menjadi USD29,4 miliar (terkecil sejak 2009), sementara produktivitas tenaga kerja melonjak 4,9% yoy, mendukung apresiasi dolar AS.

Ipotnews - Membaiknya data defisit neraca perdagangan dan produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat mendorong penguatan dolar hari ini, sehingga kurs rupiah tertekan di akhir pekan.
Mengutip data Bloomberg pada Jumat (9/1) pukul 15.00 WIB, kurs rupiah akhirnya ditutup di level Rp16.819 per dolar AS, melemah 21 poin atau sekitar 0,13% dibandingkan akhir perdagangan Kamis (8/1) di posisi Rp16.798 per dolar AS.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan melemahnya rupiah hari ini dipengaruhi membaiknya data defisit perdagangan AS dan membaiknya produktifitas tenaga kerja AS
"Ini membuat dolar AS terapresiasi terhadap other pairs," kata Nafan saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp sore ini.
Perlu diketahui, defisit perdagangan AS secara tak terduga menyempit pada Oktober ke level terkecil sejak 2009 akibat penurunan impor yang tajam.
Data Departemen Perdagangan pada Kamis (8/1) menunjukkan defisit perdagangan barang dan jasa menyusut 39% dari bulan sebelumnya menjadi USD29,4 miliar. Perkiraan median dalam survei Bloomberg terhadap ekonom ialah defisit sebesar USD58,7 miliar. Laporan ini tertunda lebih dari sebulan akibat penutupan pemerintah federal.
Produktivitas tenaga kerja AS meningkat pesat pada kuartal ketiga dengan laju terkuat dalam dua tahun, menambah bukti bahwa peningkatan efisiensi menekan tekanan inflasi dari upah.
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja pada Kamis (8/1) menunjukkan produktivitas, atau produksi pekerja non-pertanian per jam, melonjak sebesar 4,9% secara tahunan, setelah revisi naik menjadi 4,1% pada kuartal kedua.(Adhitya/AI)


Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest