Kedelai Chicago Bergerak Positif, Ditopang Lonjakan Permintaan China

avatar
· Views 361
  • Kedelai Chicago menguat dan menuju kenaikan mingguan, didorong harga minyak serta permintaan China atas pasokan AS.
  • USDA mengonfirmasi penjualan 132.000 ton kedelai AS ke China, dengan peluang transaksi tambahan.
  • Gandum dan jagung juga mengarah naik mingguan menjelang laporan USDA , meski pergerakan harian masih terbatas.

Ipotnews - Kedelai berjangka Chicago menguat, Jumat, dan berada di jalur kenaikan mingguan, didorong kenaikan harga minyak mentah serta berlanjutnya permintaan China terhadap pasokan Amerika Serikat.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) naik 0,52% atau USD5,50 menjadi USD1.0666,75 per bushel pada pukul 12.09 WIB, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Beijing, Jumat (9/1).
Sementara itu, harga minyak kedelai (soyoil) turut menguat 0,85% atau 42 sen menjadi USD49,8 per pound.
Kenaikan harga tersebut ditopang penguatan harga minyak mentah yang menanjak untuk hari kedua berturut-turut, Jumat. Harga minyak terdorong kekhawatiran gangguan pasokan dari Venezuela serta meningkatnya ketegangan di Iran, yang pada gilirannya turut mengangkat harga minyak kedelai.
Soyoil kerap mengikuti pergerakan harga minyak mentah karena digunakan sebagai bahan baku biofuel, yang menjadi alternatif bahan bakar fosil.
Analis berbasis di Amerika Serikat mengatakan defisit ekspor kedelai AS yang terjadi sepanjang tahun ini terus menyempit seiring dengan pembelian kargo kedelai oleh China.
Kamis, Departemen Pertanian Amerika Serikat ( USDA ) mengonfirmasi bahwa eksportir AS menjual 132.000 metrik ton kedelai kepada China. Trader menyebutkan adanya pembicaraan mengenai potensi penjualan dalam volume yang lebih besar.
Sementara itu, kontrak gandum dan jagung juga berada di jalur kenaikan mingguan, seiring pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang laporan USDA yang akan dirilis Senin, serta memantau kondisi tanaman di wilayah Dataran Tinggi (Plains) Amerika Serikat.
Harga gandum CBOT tercatat turun tipis 0,10% atau 50 sen menjadi USD517,50 per bushel, sedangkan jagung melorot 0,22% atau USD1,00 jadi USD445,00 per bushel.
Laporan USDA pada Senin akan mencakup estimasi luas tanam gandum musim dingin serta hasil panen jagung dan kedelai tahun lalu.
Berdasarkan jajak pendapat  Reuters,  analis memperkirakan USDA akan memprediksi luas tanam gandum musim dingin untuk panen 2026 sebesar 32,413 juta acre, turun dari 33,153 juta acre pada musim panen 2025.
Dari Argentina, negara eksportir utama, Buenos Aires Grains Exchange melaporkan cuaca kering sejak bulan lalu telah merusak tanaman jagung musim 2025-2026 di wilayah barat Provinsi Buenos Aires. Namun, hujan dalam jumlah signifikan diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest