- Kuota batu bara 2026 ditetapkan 600 juta ton, turun dari 790 juta ton tahun lalu untuk mendukung harga domestik.
- Kuota nikel disesuaikan dengan kebutuhan smelter lokal, diperkirakan permintaan 340 juta hingga 350 juta ton.
- Tujuan kebijakan: menjaga pasokan cukup untuk industri dan stabilkan harga komoditas pertambangan.
Ipotnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pemerintah berencana menetapkan kuota produksi batu bara sekitar 600 juta metrik ton pada 2026, lebih rendah dibandingkan produksi tahun lalu yang mencapai 790 juta ton.
Sementara itu, kuota nikel akan disesuaikan dengan kebutuhan industri, meski jumlah pastinya belum diumumkan, demikian laporan Reuters, di Jakarta, Kamis (8/1).
Bahlil menjelaskan pengurangan kuota tersebut bertujuan untuk mendukung harga komoditas pertambangan domestik. "Saat ini kami sedang menghitung kapasitas yang dimiliki industri dan harus memastikan pasokan dapat mencukupi kebutuhan mereka," ujar Bahlil.
Seperti diketahui, semua perusahaan tambang diwajibkan mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya ( RKAB ) tahunan kepada pemerintah untuk mendapatkan persetujuan produksi.
Meski kuota ditetapkan, realisasi produksi di masa lalu kerap melebihi batas tersebut, terutama untuk batu bara, mengingat Indonesia merupakan eksportir batu bara termal terbesar di dunia.
Untuk sektor nikel, langkah serupa akan diterapkan guna menjaga harga tetap stabil. Bahlil menegaskan kuota nikel 2026 akan disesuaikan dengan permintaan dari smelter domestik, yang diperkirakan meningkat seiring kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi tahun ini.
Forum Industri Nikel Indonesia ( FINI ) memperkirakan permintaan bijih nikel dari smelter lokal akan mencapai 340 juta hingga 350 juta ton pada 2026, naik dari sekitar 300 juta ton pada 2025. Kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan produksi nikel Indonesia sempat mendorong harga nikel global melambung pada Desember lalu. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now