- Harga emas naik mendekati rekor, ditopang permintaan aset aman akibat meningkatnya ketegangan global.
- Pasar menanti data ketenagakerjaan AS sebagai petunjuk arah suku bunga the Fed.
- Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium turut melonjak.
Ipotnews - Harga emas melanjutkan penguatan, Selasa, ditopang meningkatnya permintaan aset safe-haven setelah Amerika menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sebuah langkah yang memicu lonjakan ketegangan global. Di saat yang sama, pelaku pasar menanti rilis data ketenagakerjaan AS untuk memperoleh petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Emas spot naik 0,8% menjadi USD4.485,39 per ons pada pukul 01.40 WIB, setelah melambung hampir 3% pada sesi sebelumnya, membawa harga semakin dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.549,71 per ons yang tercapai pada 24 Desember, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Selasa (6/1) atau Rabu (7/1) dini hari WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup menguat 1% menjadi USD4.496,10 per ons.
Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai trader logam mulia saat ini melihat risiko yang lebih besar dibandingkan investor di pasar saham dan obligasi. Menurutnya, operasi militer Amerika Serikat di Venezuela, akhir pekan lalu, memicu permintaan berkelanjutan terhadap emas dan perak sebagai aset aman.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang digulingkan dan ditangkap oleh Amerika Serikat, pada Senin menyatakan tidak bersalah atas tuduhan narkotika setelah dibawa ke New York menyusul penangkapannya akhir pekan. Peristiwa ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong sentimen risk-off di pasar global.
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas mencatat lompatan harga 64,4% sepanjang 2025, menorehkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979.
Tren penguatan tersebut masih berlanjut pada awal tahun ini, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Fokus pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 60.000 lapangan kerja pada Desember, sedikit menurun dibandingkan 64.000 pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan data LSEG , pelaku pasar saat ini memperhitungkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang 2026.
Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menegaskan bahwa perubahan suku bunga ke depan harus dilakukan secara "sangat terukur" guna menyeimbangkan risiko meningkatnya pengangguran dan inflasi.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil cenderung menjadi lebih menarik bagi investor.
Morgan Stanley bahkan memproyeksikan harga emas berpotensi melesat hingga USD4.800 per ons pada kuartal keempat tahun ini. Proyeksi tersebut didasarkan pada prospek penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan di tubuh the Fed, serta pembelian emas yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi global.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan tajam. Harga perak spot, yang sempat menyentuh rekor tertinggi USD83,62 per ons pada 29 Desember, melambung 5,4% menjadi USD80,68 per ons. Perak membukukan kenaikan tahunan terkuat pada 2025 dengan lonjakan 147%, didorong permintaan industri dan minat investor yang kuat.
Platinum spot melejit 7,2% ke posisi USD2.435,20 per ons, sementara paladium menguat 5,9% jadi USD1.821,68 per ons, mencerminkan reli luas di pasar logam mulia di tengah meningkatnya ketidakpastian global. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now