- Tembaga catat rekor tertinggi karena kekhawatiran pasokan, meski permintaan China menurun.
- Logam dasar lain naik tajam, termasuk nikel, timah, aluminium, dan seng.
- Gangguan pasokan dan kebijakan produksi mendukung reli harga global.
Ipotnews - Harga tembaga melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa, Selasa, didorong kekhawatiran pasokan menyusul gangguan terbaru di sejumlah tambang utama dunia. Kondisi tersebut terus menopang reli harga logam merah, meski di sisi lain harga tinggi mulai menekan permintaan, khususnya dari China.
Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) ditutup melonjak 4,88 persen pada perdagangan siang hari ke posisi 105.320 yuan (USD15.091,20) per metrik ton, setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 105.490 yuan, demikian laporan Reuters, di Beijing, Selasa (6/1).
Sementara, harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) melambung 2,91 persen menjadi USD13.369 per ton pada pukul 14.00 WIB, setelah mencetak puncak intraday di level USD13.387,50 per ton.
Sepanjang 2025, harga tembaga di London meroket sekitar 42 persen, sementara harga tembaga di Shanghai melejit 33 persen, mencerminkan reli kuat yang didorong oleh sentimen risiko dan kekhawatiran pasokan global.
Pelaku pasar menilai sentimen risk-on mendominasi pasar tembaga sejak awal tahun, seiring kembalinya investor dari libur akhir tahun. Gangguan baru di sektor pertambangan serta kekhawatiran dislokasi pasokan regional akibat kebijakan tarif Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menopang harga.
Kekhawatiran pasokan semakin menguat setelah terjadinya aksi mogok kerja di tambang tembaga dan emas Mantoverde milik Capstone Copper di Cile utara.
Selain itu, Tongling Nonferrous Metals Group asal China, Minggu, melaporkan penundaan peluncuran fase kedua tambang mereka di Ekuador, yang turut menambah tekanan pada sisi pasokan global.
Di sisi lain, stok tembaga di bursa Comex Amerika Serikat terus meningkat memasuki 2026, sementara persediaan tembaga di LME masih menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini menegaskan adanya dislokasi regional pasokan di tengah kekhawatiran tarif AS, yang memicu potensi pengetatan pasokan tembaga olahan di luar pasar Amerika Serikat.
Namun demikian, tingginya harga mulai menekan minat beli China. Premi tembaga Yangshan, yang menjadi indikator selera konsumen China terhadap tembaga impor, merosot menjadi USD43 per ton pada Senin, dari sebelumnya berada di atas USD50 per ton pada akhir 2025.
Reli harga tidak hanya terjadi pada tembaga, tetapi juga merambah logam dasar lainnya. Harga timah SHFE ditutup melonjak 4,92 persen pada perdagangan siang, sementara kontrak timah acuan tiga bulan di LME melesat 4,06 persen.
Harga nikel SHFE juga menguat signifikan, ditutup naik 4,13 persen menjadi 139.800 yuan per ton, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 14 bulan di 139.960 yuan.
Di pasar LME, kontrak nikel tiga bulan naik 3,19 persen menjadi 17.545 dolar AS per ton, setelah sebelumnya menyentuh puncak 14 bulan di 17.590 dolar AS per ton.
Kenaikan harga nikel masih didukung oleh rencana Indonesia untuk memangkas produksi pada 2026. Meski demikian, produsen nikel terbesar dunia itu memberikan kelonggaran bagi para penambang untuk tetap mengacu pada kuota produksi 2026 yang telah disetujui sebelumnya hingga akhir Maret 2026, sambil menunggu peninjauan kuota baru.
Logam dasar lainnya di kompleks LME, aluminium naik 0,99 persen, seng (zinc) melonjak 1,36 persen, dan timbal (lead) bertambah 0,47 persen.
Di bursa berjangka Shanghai, harga aluminium melejit 3,29 persen, seng melambung 2,27 persen, dan timbal meningkat 0,69 persen. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now