IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah terbatas pada Selasa (6/1/2026) di rentang 8.780-8.860, seiring potensi aksi ambil untung setelah indeks mencetak rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.780-8.860," tulis Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih dalam riset hariannya, Selasa (6/1/2026).
IHSG Berpotensi Tembus Level 8.900, Pantau Saham BUVA-PGASPada penutupan perdagangan kemarin, IHSG menguat 1,27 persen atau bertambah 111,05 poin ke level 8.859. Capaian tersebut memperpanjang reli IHSG menjadi empat hari beruntun sekaligus menorehkan ATH baru. Namun
Dari dalam negeri, sentimen ekonomi domestik masih relatif solid dan menopang kepercayaan investor. Indonesia kembali mencatat surplus neraca dagang pada November 2025 sebesar USD2,66 miliar, meningkat dibandingkan surplus Oktober 2025 sebesar USD2,4 miliar.
Dengan capaian tersebut, surplus neraca dagang telah berlangsung selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, mencerminkan ketahanan sektor eksternal di tengah dinamika global.
Konflik Venezuela-AS Berdampak ke IHSG dan Rupiah? Ini Kata PurbayaDari sisi korporasi, pasar mencermati aksi transaksi afiliasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Melalui entitas anaknya, PT WSI, CDIA membeli peralatan pengolahan air limbah dan pemulihan material dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Transaksi tersebut dituangkan dalam Akta Jual Beli tertanggal 31 Desember 2025 dengan nilai Rp84 miliar.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now