Dolar AS Menguat di Awal 2026

avatar
· Views 186
Dolar AS Menguat di Awal 2026
Ilustrasi.Foto: Andhika Prasetia
Jakarta

Dolar Amerika Serikat mengawali tahun 2026 dengan penguatan pada Jumat (2/1/2026), setelah sepanjang tahun lalu tertekan terhadap sebagian besar mata uang utama dunia.

Sementara itu, Yen Jepang kembali melemah mendekati level terendah dalam 10 bulan, di tengah sikap pelaku pasar yang menunggu rilis data ekonomi AS untuk memperkirakan arah suku bunga tahun ini.

Sepanjang tahun lalu, menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan negara-negara lain membayangi pasar keuangan global. Kondisi tersebut mendorong penguatan tajam berbagai mata uang utama terhadap dolar AS, dengan pengecualian yen Jepang yang justru tetap lemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar AS juga sempat tertekan oleh kekhawatiran terhadap defisit fiskal AS, risiko perang dagang global, serta isu independensi bank sentral AS (The Fed). Faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan dolar hingga sepanjang 2026.

Pasar keuangan di Jepang dan China tutup pada Jumat, sehingga volume perdagangan relatif tipis dan pergerakan mata uang terbatas.

ADVERTISEMENT

"Likuiditas pasar kemungkinan membaik pekan depan seiring lebih banyak data ekonomi yang dirilis," kata Jens Naervig Pedersen, analis valuta asing di Danske Bank, dikutip dari Reuters, Jumat (2/1/2026)

Pada hari perdagangan pertama tahun ini, Euro melemah 0,2% ke level US$1,1725, setelah aktivitas manufaktur zona Euro pada Desember turun ke titik terlemah dalam sembilan bulan terakhir. Meski begitu, euro mencatat kenaikan 13,5% sepanjang 2025, menjadi penguatan tahunan terbesar sejak 2017.

Pound sterling terakhir diperdagangkan di US$ 1,3439, setelah melonjak 7,7% sepanjang 2025, juga merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak 2017.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% ke level 98,44 pada Jumat. Namun secara tahunan, indeks ini anjlok 9,4% sepanjang 2025, penurunan terbesar dalam delapan tahun.

Pelaku pasar kini menanti rilis sejumlah data ekonomi penting AS pekan depan, termasuk data ketenagakerjaan dan klaim pengangguran, yang akan memberikan gambaran kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Selain itu, perhatian pasar di awal tahun juga tertuju pada siapa yang akan dipilih Presiden AS Donald Trump sebagai ketua The Fed berikutnya, seiring berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei mendatang. Trump sebelumnya mengisyaratkan akan mengumumkan pilihannya bulan ini, dengan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.

(ily/hns)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest