Boyolali Ditargetkan Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Tebar Puluhan Ribu Benih

avatar
· Views 1,018
Boyolali Ditargetkan Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Tebar Puluhan Ribu Benih
Boyolali Ditargetkan Jadi Pusat Lele Jateng, KKP Tebar Puluhan RIbu Benih/Foto: Dok. KKP
Jakarta

Boyolali, Jawa Tengah ditargetkan menjadi pusat produsen ikan lele dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan lele, program budi daya tematik bioflok lele di tiga kecamatan dilaksanakan.

"Kami akan dukung Pemda Boyolali sehingga nanti di banyak desa yang kami kembangkan untuk kegiatan budidaya lele, sehingga ujungnya menjadikan Boyolali sebagai daerah penghasil protein dari ikan lele yang cukup kuat," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Budi daya tematik bioflok juga berjalan di Kecamatan Sambi, Kecamatan Andong dan di Kemacatan Wonosamodro. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 24 kolam bioflok di setiap lokasi lengkap dengan 60.000 ekor benih dan pakan, serta sarana prasarana pendukung produksi, seperti mesin aerasi, vitamin ikan, hingga genset.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: KKP Berlakukan Moratorium Izin Kapal Berpangkalan di Muara Angke

Seluruh bantuan budi daya perikanan tematik tersebut dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai unit usaha. Targetnya, dari setiap lokasi menghasilkan 5 ton ikan lele dengan waktu produksi sekitar 2-3 bulan.

ADVERTISEMENT

"Program ini selain untuk menggerakkan ekonomi di desa, juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat. Karena ikan lele ini proteinnya cukup tinggi. Ini juga salah satunya untuk mendukung program MBG," tambah pria yang akrab disapa Trenggono.

Diketahui, produksi ikan lele di Kabupaten Boyolali lebih dari 30.000 ton per tahun. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, serta diperdagangkan keluar kabupaten.

Baca juga: 2 Kapal Ilegal Fishing yang Ditangkap KKP Tak Ditenggelamkan, Ini Nasibnya

Kebutuhan pasar lokal diprediksi terus meningkat seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang per kecamatannya membutuhkan lebih dari 3.000 porsi makanan setiap hari untuk pelajar.

"Dari kedinasan kami, akan turun mengawal dan akan ada pendampingan-pendampingan, sehingga hasil panen bisa memaksimal untuk mencapai target sentra lele. Selain itu hasil produksi untuk menyuplai SPPG yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga perputaran ekonomi diharapkan ekonomi bisa kuat di tingkat desa," ujar Bupati Boyolali, Agus Irawan di lokasi.

Implementasi tiga program budi daya tematik lele menurutnya semakin memperkuat posisi Boyolali sebagai daerah penghasil lele. Boyolali juga mempunya kampung budidaya lele di Kecamatan Sawit yang selama ini dikenal menghasilkan lele berkualitas.

Pada 2025, KKP mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik untuk komoditas lele dan nila. Implementasi program ini menyebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DIY yang pengelolaannya diserahkan ke pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

(rea/ara)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest