Menhub Sebut Penumpang Transportasi Umum di Nataru Naik Hampir 7 Persen

avatar
· Views 567

Pasardana.id – Hingga masuk awal januari 2026, tercatat total pengguna angkutan umum selama masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai angka 14.951.649 orang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap bahwa angka tersebut alami kenaikan sebesar 6,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan umum pada masa libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 6,57 persen," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam media briefing di Jakarta, yang dikutip pada, Kamis (1/1).

Menhub merinci, untuk tahun ini dari yang tercatat di Posko Pusat Angkutan Ntaru 2025/2026 yaitu penumpang kereta api 5.380.544 orang dan angkutan laut sebanyak 1.244.308 orang.

Sementara itu, dari angkutan penyeberangan ada sebanyak 2.578.163 orang, untuk angkutan udara 3.496.901 orang kemudian angkutan darat 2.251.733 orang.

Disampaikan Menhub, kenaikan jumlah penumpang angkutan umum secara akumulatif tersebut menjadi salah satu indikator bahwa sampai saat ini kebijakan stimulus penurunan atau diskon tarif transportasi yang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Ke depan kami sangat berharap jumlahnya bisa terus bertambah sampai berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026," ujarnya.

Meski menhub menyebut bahwa penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik dan sesuai rencana, namun dirinya tetap menekankan pentingnya aspek keselamatan.

"Kami menyesalkan terjadinya sejumlah insiden kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa beberapa waktu lalu. Kami berupaya mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari dan harapannya masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman, dan lancar," kata Menhub.

Terkait dengan arus balik yang ke depan akan berlangsung, Menhub meminta seluruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mempersiapkannya dengan baik.

Dia menginstruksikan agar memetakan titik-titik rawan kepadatan dan memperkuat kesiapan pelayanan di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.

"Untuk angkutan umum, kami mendorong kesiapan cadangan armada dan penambahan petugas sesuai kebutuhan di lapangan. Adapun untuk angkutan jalan, kami bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way secara situasional," imbuhnya,

Masyarakat juga diimbaunya untuk melakukan perencanaan perjalanan ke luar kota asal di luar prediksi waktu puncak jika memungkinkan.

"Selalu pantau informasi terkait arus lalu lintas dan cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Khusus bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, selalu patuhi aturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan," tukas Menhub.       

 

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest