Rupiah Melemah Karena Tertekan Ekspektasi Pemangkasan BI Rate Pada 2026

avatar
· Views 945
  • Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp16.788 per dolar AS pada Senin (29/12), seiring perdagangan akhir tahun yang relatif sepi tanpa sentimen data baru signifikan.
  • Tekanan rupiah berasal dari ekspektasi pemangkasan BI Rate pada kuartal I dan II 2026, yang diperkirakan masing-masing sebesar 25 basis poin.
  • BI memberi sinyal pelonggaran lanjutan pada 2026, meski BI Rate masih ditahan di 4,75% pada RDG Desember 2025, dengan kebijakan moneter tetap bertumpu pada suku bunga, stabilisasi rupiah, dan pengelolaan likuiditas.

Ipotnews - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat, karena prospek kelanjutan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia pada kuartal I dan kuartal II 2026.
Mengutip data Bloomberg, pada Senin (29/12) pada pukul 15.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup di level Rp16.788 per dolar AS, melemah 43 poin atau sekitar 0,26% dibandingkan penutupan Jumat (26/12) di posisi Rp16.745 per dolar AS.
Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan hari ini menjelang akhir tahun, perdagangan relatif sepi. "Tidak ada data baru dari eksternal maupun internal yang mempengaruhi pergerakan kurs rupiah dengan signifikan hari ini," kata Lukman kepada Ipotnews melalui pesan suara sore ini.
Walau demikian, kurs rupiah tertekan hari ini karena adanya ekspektasi terhadap kelanjutan pemangkasan BI rate pada 1Q26 dan 2Q26. Di akhir kuartal satu dan kedua tahun depan diperkirakan akan ada lagi pemangkasan masing - masing 25 basis poin.
"Faktor ini yang menjadi penekan kurs rupiah dalam perdagangan hari ini," ujar Lukman.
BI memberi sinyal pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate pada 2026 mendatang, meski Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember 2025 sepakat menahan suku bunga di level 4,75%.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bank sentral akan tetap menjalankan kebijakan moneter 2026 melalui tiga instrumen utama. Ketiganya adalah suku bunga, stabilisasi nilai tukar, dan pengelolaan likuiditas melalui operasi moneter.
Menurut Perry, BI telah menurunkan suku bunga acuan secara bertahap sebanyak 100 bps sejak awal 2025 dan terakhir kalinya pada September lalu.(Adhitya/AI)


Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest