Kembalinya Arus Dana Global ke Asia Tenggara menjadi Sorotan untuk 2026

avatar
· Views 808
  • Dana global mulai kembali ke pasar saham Asia Tenggara, didorong valuasi murah dan kebutuhan diversifikasi menjelang 2026.
  • Indonesia dan Thailand memimpin arus masuk, prospek kawasan membaik berkat stimulus fiskal dan dukungan kebijakan moneter.
  • Meski demikian, risiko politik dan dominasi tema AI masih menjadi tantangan bagi kinerja Asean.

Ipotnews - Arus modal global mulai kembali mengalir ke pasar saham Asia Tenggara bulan ini, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu fokus utama keuangan global pada 2026.
Valuasi yang murah dan kebutuhan diversifikasi portofolio, mendorong arus masuk dana asing senilai USD337 juta ke  emerging market  Asia Tenggara pada Desember. Nilai tersebut berpotensi menjadi yang terbesar sejak September 2024.
Laman Bloomberg, melaporkan pasar Indonesia dan Thailand memimpin kembalinya minat investor setelah terjadi aksi jual di 10 dari 11 bulan sebelumnya. Namun demikian secara keseluruhan arus keluar sepanjang 2025 masih sekitar USD15 miliar.
Minimnya saham terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu alasan Indeks MSCI Asean tertinggal sekitar 13 poin persentase dari indeks Asia-Pasifik pada 2025, yang merupakan kinerja terburuk dalam lima tahun.
Selain valuasi yang terjangkau, Asean menarik minat manajer investasi yang mencari alternatif di tengah kekhawatiran gelembung AI akibat eksposur tinggi ke saham teknologi.
"Asean seharusnya diuntungkan oleh kebutuhan investor untuk memperluas eksposur di luar AS dan sektor yang sudah sangat padat seperti AI," kata Christopher Wong dari Fidelity International, seperti dikutip Bloomberg, Senin (29/12).
Sejumlah pasar Asean, seperti Vietnam, juga diperkirakan diuntungkan oleh pergeseran rantai pasok global dari China serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Prospek laba di Indonesia, Vietnam, dan Filipina membaik berkat belanja fiskal besar dan kebijakan moneter yang relatif kondusif. Valuasi indeks saham utama Asean berada di kisaran 12-15 kali estimasi laba ke depan, bahkan Filipina di bawah 10 kali, jauh lebih murah dibandingkan S&P 500 yang di atas 22 kali.
Namun, risiko tetap ada, termasuk ketidakpastian politik di Thailand dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan populis di Indonesia. Jika tema AI terus mendominasi, pasar Asean berpotensi tetap tertinggal.
JPMorgan menilai valuasi murah membuat Asean semakin menarik bagi investor nilai, dan jika posisi asing kembali ke level median tiga tahun terakhir, kawasan ini berpeluang menerima arus masuk hingga US$20 miliar. (Bloomberg)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest