Harga Minyak Ambles 2%, Ancaman Banjir Pasokan Kian Nyata

avatar
· Views 5,443
  • Harga minyak turun lebih dari 2% karena kekhawatiran kelebihan pasokan global, meski ada dukungan sementara dari faktor geopolitik.
  • Pasokan minyak global diperkirakan melampaui permintaan pada 2026, mendorong potensi penurunan tahunan terdalam sejak 2020.
  • Pasar juga mencermati peluang kesepakatan damai Rusia-Ukraina yang dapat berdampak pada sanksi dan harga minyak ke depan.

Ipotnews - Harga minyak ditutup turun lebih dari 2% pada Jumat (26/12), ketika investor mempertimbangkan ancaman kelebihan pasokan global, sembari mencermati potensi kesepakatan damai Ukraina menjelang pembicaraan akhir pekan ini antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Minyak mentah Brent ditutup turun $1,60 atau 2,57% menjadi $60,64 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup turun $1,61 atau 2,76% menjadi $56,74 per barel.
Meskipun gangguan pasokan telah membantu harga minyak bangkit dalam beberapa sesi terakhir dari level terendah hampir lima tahun pada 16 Desember, harga tersebut tetap berada di jalur untuk mencatatkan penurunan tahunan terdalam sejak 2020. Sepanjang tahun ini, Brent dan WTI masing-masing turun 19% dan 21%, seiring meningkatnya produksi minyak mentah yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan menjelang tahun depan.
"Premi geopolitik telah memberikan dukungan harga dalam jangka pendek, namun belum secara signifikan mengubah narasi dasar mengenai kelebihan pasokan," kata analis Aegis Hedging dalam sebuah catatan pada Jumat.
Pasokan minyak global tahun depan diperkirakan akan melampaui permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari, menurut data dari laporan pasar minyak Desember Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris.
Investor mencermati perkembangan dalam proses perdamaian Rusia-Ukraina serta dampak potensialnya terhadap harga minyak di masa depan, karena kesepakatan damai dapat membuka jalan bagi pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia.
Zelenskiy akan membahas isu teritorial, yang menjadi hambatan utama dalam perundingan untuk mengakhiri perang, dengan Trump di Florida pada Minggu, seiring kerangka perdamaian 20 poin dan kesepakatan jaminan keamanan yang hampir rampung.
Mengumumkan pertemuan tersebut, Zelenskiy mengatakan bahwa "banyak hal dapat diputuskan sebelum Tahun Baru."
Presiden Ukraina itu juga mengatakan kepada Axios bahwa ia bersedia menggelar referendum mengenai kerangka perdamaian yang disepakati jika Rusia menyetujui gencatan senjata.
Seorang penasihat kebijakan luar negeri Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dengan anggota pemerintahan AS setelah Moskow menerima proposal AS terkait kemungkinan kesepakatan damai Ukraina, kata Kremlin pada Jumat.
Bagi harga minyak, "faktor negatif tetap berupa tingginya penyimpanan minyak global serta sedikit kemajuan dalam perundingan damai Ukraina-Rusia," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Gedung Putih juga memerintahkan pasukan militernya untuk memfokuskan perhatian pada "karantina" minyak Venezuela setidaknya selama dua bulan ke depan, yang mengindikasikan Washington saat ini lebih memilih menggunakan tekanan ekonomi ketimbang militer terhadap Caracas.
"Dampak global terhadap harga minyak mentah tampak minimal untuk saat ini," kata Kissler terkait langkah AS untuk mencegat kapal tanker minyak yang dikenai sanksi keluar dan masuk Venezuela.
Meski terdapat risiko tajuk berita terkait Venezuela, pasar yang lebih luas tetap berfokus pada meningkatnya surplus global, menurut analis Aegis Hedging.
(reuters/AI)

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest