Minyak Mendaki Enam Sesi Beruntun, Ditopang Data Makro AS dan Tensi Geopolitik

avatar
· Views 2,278
  • Harga minyak naik enam hari beruntun, Brent USD62,55, WTI USD58,58, didorong pertumbuhan ekonomi AS dan risiko gangguan pasokan.
  • Gangguan pasokan dari Venezuela dan Rusia menopang harga, meski persediaan minyak AS meningkat.
  • Potensi kerugian kuartalan tetap ada, karena prediksi surplus pasokan global.

Ipotnews - Harga minyak menguat untuk hari keenam berturut-turut, Rabu, didorong pertumbuhan ekonomi Amerika yang solid serta risiko gangguan pasokan dari Venezuela dan Rusia.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 17 sen atau 0,27% menjadi USD62,55 per barel pada pukul 14.14 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Rabu (24/12).
Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), bertambah 20 sen atau 0,34% jadi USD58,58 per barel.
Kedua kontrak ini melonjak sekitar 6% sejak 16 Desember, ketika sempat jatuh ke level terendah hampir lima tahun terakhir.
Analis IG, Tony Sycamore, menjelaskan penguatan harga terjadi akibat kombinasi penyesuaian posisi di pasar yang tipis setelah penurunan pekan lalu gagal berlanjut, ditambah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk blokade Amerika terhadap Venezuela, serta didukung data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang kuat.
Data resmi menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada laju tercepat dalam dua tahun pada kuartal ketiga, didorong pengeluaran konsumen yang tinggi dan lonjakan ekspor.
Meski demikian, laporan persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis Selasa memperlihatkan peningkatan 2,39 juta barel minyak mentah, stok bensin naik 1,09 juta barel, dan persediaan distilat bertambah 685.000 barel.
Menurut Sycamore, kenaikan persediaan ini mungkin mendorong penjual masuk apabila harga minyak mendekati level USD60 per barel dalam beberapa sesi mendatang.
Secara resmi, data persediaan dari Energy Information Administration (EIA) Amerika dijadwalkan dirilis Senin, sedikit mundur dari jadwal biasa akibat libur Natal.
Di sisi pasokan, gangguan ekspor dari Venezuela menjadi faktor utama pendorong harga minyak, sementara serangan Rusia dan Ukraina terhadap infrastruktur energi masing-masing juga memberi dukungan pasar, menurut laporan Haitong Futures.
Lebih dari selusin kapal kargo di Venezuela kini menunggu arahan baru dari pemiliknya setelah Amerika menyita supertanker Skipper awal bulan ini, dan menargetkan dua kapal lain akhir pekan lalu.
Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan "blokade" terhadap semua kapal yang masuk atau keluar dari Venezuela yang terkena sanksi, sebagai upaya meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Meski harga menunjukkan penguatan jangka pendek, minyak dunia masih berpotensi mencatat kerugian kuartalan karena prediksi surplus pasokan global tetap membayangi pasar. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest