Bursa Ekuitas Eropa Flat, Saham Minuman Tekan Indeks Jelang Liburan

avatar
· Views 1,194
  • Bursa Eropa melemah tipis setelah rekor sebelumnya, tertekan saham minuman dan likuiditas rendah jelang libur akhir tahun.
  • Sentimen negatif datang dari ketegangan dagang China-UE dan aksi penyesuaian posisi akhir tahun.
  • Sektor komoditas menguat, ditopang lonjakan harga emas dan tembaga, sementara prospek tahunan STOXX 600 tetap positif.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa relatif flat dengan kecenderungan melemah, Senin, setelah mencatat penutupan di level rekor pada sesi sebelumnya. Saham sektor minuman menjadi penekan utama indeks, sementara investor bersikap hati-hati menjelang pekan perdagangan yang lebih singkat karena libur akhir tahun dan likuiditas yang menipis.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,13% atau 0,75 poin menjadi 586,75, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Senin (22/12) atau Selasa (23/12) dini hari WIB.
Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX Jerman berkurang 0,02% atau 4,43 poin jadi 24.283,97, FTSE 100 Inggris melemah 0,32% atau 31,45 poin ke posisi 9.865,97 dan CAC Prancis menyusut 0,37% atau 30,31 poin menjadi 8.121,07.
Pekan lalu, STOXX 600 mencatat kenaikan lebih dari 1% setelah perlambatan inflasi konsumen Amerika Serikat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Pada saat yang sama, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan dan menyampaikan pandangan yang lebih optimistis terhadap kondisi ekonomi zona euro.
Namun, memasuki pekan ini, analis memperkirakan volatilitas pasar akan meningkat seiring rendahnya likuiditas dalam pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur. Analis IG, Axel Rudolph, mengatakan pergerakan pasar mencerminkan penyesuaian posisi akhir tahun, terutama keluar dari saham konsumen non-siklikal, utilitas, dan kesehatan, dengan sebagian dana beralih ke sektor teknologi di Amerika Serikat. Menurutnya, fokus pelaku pasar kini mulai beralih ke periode liburan, sehingga volume dan aktivitas perdagangan menjadi jauh lebih rendah.
Sebagian besar sektor melemah setelah mencatat penguatan solid pada Jumat. Sektor makanan dan minuman mencatat penurunan terdalam. Saham Diageo, produsen minuman beralkohol terbesar dunia, merosot 3,7%. Saham Pernod Ricard asal Prancis melorot 2,9%, sementara Anheuser-Busch InBev, pemilik merek Stella Artois, melemah 2,5%.
Tekanan tambahan datang dari memanasnya kembali ketegangan dagang antara China dan Uni Eropa. Kementerian Perdagangan China memberlakukan langkah anti-dumping terhadap impor dari Uni Eropa, sebagai respons atas kebijakan blok tersebut yang sebelumnya mengenakan tarif terhadap kendaraan listrik buatan China.
Di tengah pelemahan harian, prospek tahunan STOXX 600 tetap positif. Indeks tersebut diperkirakan mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 2021, didukung penurunan suku bunga global dan langkah investor internasional yang semakin mendiversifikasi portofolio mereka dari saham teknologi AS yang dinilai mahal.
Sektor berbasis komoditas justru menguat, dengan saham perusahaan tambang naik hampir 1% seiring lonjakan harga emas yang menembus USD4.400 per ons untuk pertama kalinya serta harga tembaga yang mencetak rekor tertinggi. Saham energi juga menguat, dengan emiten minyak mendaki 0,3% mengikuti kenaikan harga minyak mentah.
Saham perbankan, yang menjadi pendorong utama reli pekan lalu, bergerak relatif datar. Secara tahunan, sektor ini melambung lebih dari 65%, menjadikannya salah satu yang berkinerja terbaik di pasar Eropa. Analis menilai penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas merger dan akuisisi, lingkungan regulasi yang lebih longgar, serta kondisi ekonomi yang relatif stabil.
Sebaliknya, sektor pertahanan dan dirgantara turun 0,4% setelah melejit lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya.
UBS Global Wealth Management menyatakan optimisme bahwa momentum makroekonomi positif di zona euro akan berlanjut, disertai pertumbuhan laba perusahaan yang membaik. UBS menyebut sektor perbankan, utilitas, industri, teknologi, serta pasar Jerman sebagai area yang paling menarik.
Dari sisi korporasi, saham perusahaan biotek Abivax meroket 15% setelah muncul laporan media mengenai kembali menguatnya rumor upaya akuisisi oleh raksasa farmasi Amerika Serikat, Eli Lilly.
Sementara itu, saham perusahaan energi Denmark Orsted anjlok lebih dari 12% setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menangguhkan izin sewa untuk lima proyek ladang angin lepas pantai skala besar dengan alasan keamanan nasional. Orsted diketahui memiliki dua proyek yang terdampak kebijakan tersebut.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pekan ini, yang menjadi salah satu indikator ekonomi terakhir sebelum penutupan tahun. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest