Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung Peluang Rebound IHSG

avatar
· Views 1,279
  • Bursa saham Asia menguat pada awal pekan keempat 2025, didukung kenaikan pasar Eropa dan Wall Street serta keputusan PBoC yang menahan LPR di tengah pelemahan ekonomi China.
  • Indeks ASX 200, Nikkei 225, dan Kospi mencatatkan kenaikan signifikan, sementara Bank of Japan sebelumnya menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.
  • Di dalam negeri, IHSG masih berpotensi tertekan pada awal perdagangan namun peluang rebound terbuka seiring  net buy  asing dan rotasi ke saham  blue chip , khususnya perbankan.

Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan awal pekan keempat 2025, Senin (22/12), dengan menguat melanjutkan tren kenaikan indeks pada sesi penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.
People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan (l oan prime rate /LPR) tenor satu tahun dan lima tahun masing-masing di level 3% dan 3,5%, meskipun dibayangi lemahnya data ekonomi dan perlambatan di sektor properti yang berkepanjangan.
Keputusan suku bunga tenor satu tahun akan memengaruhi sebagian besar pinjaman baru dan yang masih berjalan, sementara suku bunga acuan lima tahun akan berdampak pada kredit pemilikan rumah (KPR).
Pada Jumat lalu, Bank of Japan telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%, tertinggi dalam tiga dekade.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,54%. Indeks berlanjut meningkat 0,91% (78,70 poin) ke 8.700,10 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,83% dan indeks Kosdaq melaju 0,99%. Kospi berlanjut menanjak 1,83% ke 4.094,32.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak semakin tinggi, 1,89% (934,93 poin) ke level 50.442,14, setelah dibuka melonjak 1,58% dan Topix meningkat 0,86%.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapii tekanan jual pada pagi ini, namun berpeluang berbalik arah didukung  net buy  asing. IHSG mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan terkoreksi 0,10% di posisi 8.609. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange turun 0,53% menjadi USD18,60.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang rebound, seiring dengan berkurangnya tekanan jual,  net foreign buy  menopang peluang rebound IHSG . Secara teknikal, indeks masih bertahan di atas support 8.550-8.570, dengan posisi indeks sudah menembus MA20.
Indeks berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support 8.464-8.560 sekaligus menutup gap tipis yang terbentuk. Peluang penguatan terbatas tetap terbuka, dengan proyeksi pergerakan ke kisaran 8.600-8.700.
Analis Indo Premier berpendapat, rotasi ke saham-saham  bluechip menyambut libur natal dan tahun baru ditopang dividen interim yangg atraktif diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Saham-saham  bigbank  diperkirakan melanjutkan  trend outperform  terhadap IHSG .
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street menutup pekan lalu dengan menguat, rebound saham teknologi mengimbangi kejatuhan saham konsumer. Ekspektasi pemangkasan suku bunga berlanjut, tapi pasar dihadapkan pada risiko volatilitas akibat  triple witching . Secara historis Desember merupakan periode reli Santa Claus yang kaut. Secara mingguan S&P 500 dan Nasdaq naik 0,11% dan 0,48%, Dow Jones turun 0,67%.
Tujuh sektor S&P 500 menguat, tapi sektor utilitas dan barang kebutuhan konsumen anjlok 1,34% dan 0,49%. Saham Nike rontok 10,5%, karena penurunan margin laba kotor dua kuartal berturut-turut. Lamb Weston longsor 26%. Conagra anjlok 2,5%. Produsen chip Micron Technology melesat 7%. Nvidia meloncat 3,9%. Proyeksi kinerja yang kuat, membangkitkan optimisme terhadap saham-saham terkait AI. Oracle melesat 6,6%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,38% (183 poin) ke 48.134,89.
  • S&P 500 meningkat 0,88% (59,74 poin) ke posisi 6.834,5.
  • Nasdaq Composite melonjak 1,31% (301,26 poin) ke level 23.307,62.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat, mencetak rekor tertinggi, dipimpin sektor pertahanan dan perbankan. Sentimen pasar juga membaik berkat harapan pemangkasan suku bunga The Fed, stabilitas kebijakan ECB, serta dukungan Uni Eropa terhadap pembiayaan Ukraina melalui penerbitan surat utang.
Indeks STOXX 600 naik 0,4% menjadi 587,50, mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 2021. Sektor kedirgantaraan dan pertahanan memimpin kenaikan sektoral, dan saham perbankan meningkat 0,8%. Sektor perbankan dan pertahanan melambung 65% dan 60%, sepanjang 2025. Standard Chartered, Barclays, dan HSBC melaju 0,9% hingga 1,4%. Saham barang konsumsi pribadi, rumah tangga dan ritel melemah. Puma, Adidas, dan JD Sports anjlok 1,2% hingga 3,5%. Saham Carnival melejit 16,6%.
  • DAX Jerman naik 0,37% (59,65 poin) menjadi 24.288,4.
  • FTSE 100 Inggris meningkat 0,61% (59,65 poin) ke 9.897,42.
  • CAC Prancis sedikit menguat 0,01% (0,74 poin) di 8.151,38

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York mengakhiri pekan lalu dengan menguat. Pasar global relatif stabil, euro dan poundsterling bergerak terbatas. Yen turun tajam meski BoJ menaikkan suku bunga menjadi 0,75% dari 0,5%, tertinggi dalam 30 tahun. Gubernur BoJ memberi pernyataan samar tentang waktu dan kecepatan kenaikan suku bunga berikutnya, meski membuka peluang pengetatan lanjutan.
Kurs dolar, euro, dan poundsterling melonjak terhadap yen, memicu spekulasi intervensi pemerintah Jepang. Menteri Keuangan Jepang memperingatkan, Tokyo akan mengambil langkah untuk mengatasi volatilitas berlebihan di pasar valuta asing. Pound sterling bergerak fluktuatif sebelum ditutup stabil, setelah BoE memangkas suku bunga menjadi 3,75%, sesuai perkiraan. Indeks Dolar AS (DXY) menguat 0,17% di 98,60.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1710

0.00

0.10%

Yen (USD-JPY)

157.75

2.20

1.41%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3379

0.00

0.01%

Rupiah (USD-IDR)

16,750

27.00

0.16%

Yuan (USD-CNY)

7.0411

0.00

0.00%

Sumber : Bloomberg.com, 19/12/2025 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea ditutup menguat pada akhir pekan lalu, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan akibat pemblokiran kapal tanker Venezuela oleh AS. Pasar menunggu perkembangan kesepakatan damai Rusia-Ukraina, sementara serangan terhadap tanker Rusia semakin intensif. Namun harga Brent dan WTI masih melorot sekitar 1% sepanjang pekan lalu. Uni Eropa akan menerbitkan surat utang 90 miliar euro, guna mendanai pertahanan Ukraina selama dua tahun ke depan.
Produksi minyak AS berpotensi tertekan, tercermin dari penurunan jumlah rig pengeboran di Cekungan Permian ke level terendah sejak 2021. Harga kontrak berjangka bensin AS turun ke level terendah dalam empat tahun, memangkas spread bensin dan distilat yang mencerminkan margin keuntungan kilang
  • Harga minyak Brent naik 65 sen (1,1%) ke USD60,47 per barel.
  • Harga minyak WTI naik 51 sen (0,9%) ke USD56,66 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS pada sesi penutupan pekan lalu berakhir menguat. Emas juga mencatatkan kenaikan mingguan 1,1%, didorong meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akibat pelemahan inflasi dan data tenaga kerja AS. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik sebesar 65%
Harga perak mencetak rekor tertinggi melonjak 2,6% ke level USD67,14 per ounce, melesat 8,4% sepanjang pekan lalu,sempat menyentuh rekor tertinggi intraday USD67,45 per ounce. Harga perak melambung 132% sepanjang tahun berkat permintaan investasi kuat dan pasokan yang ketat. Logam mulia lain juga naik; platinum melompat 3,1% ke USD1.975,51 per ounce, dan paladium naik 0,8% ke USD1.709,75.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,4% mnjadi USD4.347,07 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS naik 0,5% menjadi US$4.387,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest