IDXChannel – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyatakan, kondisi industri baja dunia saat ini semakin menantang akibat lonjakan impor baja murah dari China. Kondisi ini membuat banyak negara meninjau ulang kebijakan industrinya.
Didukung Danantara, Krakatau Steel (KRAS) Optimistis Raih Laba Bersih pada 2025Di Prancis, muncul perdebatan untuk menasionalisasi perusahaan baja terbesar di negara tersebut, ArcelorMittal. Langkah ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan pasar baja dunia, khususnya maraknya baja impor dari China.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan menilai, fenomena yang terjadi di Prancis bukan hanya isu lokal, melainkan relevan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Tanan global yang memicu deindustrialisasi di sejumlah negara maju juga dapat terjadi di Indonesia apabila negara tidak hadir melalui kebijakan yang adaptif dan berpihak pada industri domestik.
Prabowo Ingin Bangun 300 Ribu Jembatan, Begini Tanggapan Krakatau Steel (KRAS)“Kami terus mendorong kehadiran negara dalam membangun ekosistem industri yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan demi menjaga ketahanan industri nasional, karena keberlangsungan industri baja tidak hanya ditentukan oleh efisiensi perusahaan, tetapi juga arsitektur kebijakan,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (12/12/2025).
Chairman IISIA dan Chairman ALFI/ILFA itu menambahkan, baja impor murah berdampak pada utilisasi pabrik, kemampuan ekspansi, dan keberlanjutan pemain baja nasional. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor industri menjadi kunci untuk menghindari risiko deindustrialisasi sebagaimana dialami negara-negara Eropa.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now