- Emas menguat setelah the Fed kembali memangkas suku bunga, meski arah kebijakan 2025 masih belum pasti.
- Perak melonjak ke rekor tertinggi, terdorong permintaan industri dan ketatnya pasokan.
- Platinum dan paladium melemah, sementara pasar menilai sinyal dovish-hati-hati dari Powell.
Ipotnews - Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Rabu, setelah Federal Reserve kembali memangkas suku bunga acuan, namun ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter tahun depan masih membayangi pasar. Sementara itu, harga perak melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Emas spot naik 0,7% menjadi USD4.236,57 per ons pada pukul 03.17 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup turun 0,3% jadi USD4.224,70 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (10/12) atau Kamis (11/12) dini hari WIB.
The Fed memangkas suku bunga dalam pemungutan suara yang kembali terpecah, namun memberi sinyal kemungkinan jeda pada pemotongan selanjutnya. Pejabat bank sentral menilai perlunya sinyal yang lebih jelas mengenai arah pasar tenaga kerja dan inflasi sebelum melanjutkan langkah pelonggaran.
"Pelaku pasar emas menyukai hasil hari ini. Harganya berada di level tertinggi harian setelah sempat mengalami aksi ambil untung," ujar Tai Wong, analis dan trader logam independen.
Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik logam kuning sebagai aset tanpa imbal hasil.
Mayoritas pejabat the Fed memperkirakan perlunya pemangkasan suku bunga jangka pendek pada 2026, meski pandangan mereka terpecah luas mengenai jumlah pemotongan. Sebagian besar bahkan menolak pelonggaran kebijakan lebih lanjut, sementara tiga pejabat justru memproyeksikan kenaikan suku bunga.
Chairman Fed Jerome Powell mengatakan kebijakan suku bunga saat ini berada pada posisi yang tepat untuk merespons perkembangan ekonomi ke depan. Namun, dia menolak memberikan panduan apakah pemangkasan suku bunga tambahan akan terjadi dalam waktu dekat.
"Powell seperti menari di antara tetesan hujan (menikmati hidup dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh sukacita, bahkan di tengah kesulitan atau kejadian tak terduga), berhasil mendorong pemangkasan suku bunga di tengah komite yang terbelah, hanya dengan tiga suara penentang. Pasar merespons positif sepanjang konferensi persnya. Namun, masih belum jelas apakah emas dapat mencetak rekor tertinggi baru," tambah Wong.
Sementara itu, harga perak spot melonjak ke rekor tertinggi USD61,85 per ons. Sepanjang tahun ini, harga perak meroket 113%, didorong oleh meningkatnya permintaan industri, menyusutnya inventori global, serta penetapan statusnya sebagai mineral kritis oleh pemerintah Amerika.
"Kenaikan tajam perak mencerminkan aliran dana spekulatif yang masuk ke instrumen dengan leverage lebih tinggi, terutama setelah harga emas terkoreksi," tulis analis SP Angel dalam sebuah catatan riset. Mereka menambahkan bahwa pasar fisik perak sedang mengalami pengetatan pasokan, terutama setelah terjadinya tekanan suplai pada Oktober.
Di sisi lain, harga platinum anjlok 2,4% menjadi USD1.654,55 per ons, sementara paladium melorot 2% jadi USD1.475,94 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now