- Emas stabil di USD4.205, investor menanti data ekonomi AS untuk sinyal kebijakan the Fed.
- Perak mencatat rekor tertinggi USD58,94/oz sebelum sedikit turun, didorong pasar spot ketat, stok China menurun, dan ketidakpastian tarif impor.
- Logam mulia lain bergerak bervariasi: platinum naik 0,8% ke USD1.651, paladium turun 1% ke USD1.447.
Ipotnews - Harga emas relatif stabil pada penutupan Asia, Rabu, seiring investor menantikan serangkaian data ekonomi Amerika yang diyakini akan menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Sementara itu, perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.
Emas spot diperdagangkan stabil di level USD4.205,78 per ons pada pukul 13.47 WIB, setelah merosot lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Rabu (3/12).
Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember naik 0,4% menjadi USD4.237,20 per ons.
Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade, mengatakan investor tetap antusias terhadap logam kuning karena prospek suku bunga, namun mereka menunggu indikasi perlambatan ekonomi yang lebih jelas, yang bisa memberi sinyal tambahan kepada the Fed bahwa pemangkasan suku bunga bulan ini layak dilakukan.
Perhatian pasar tertuju pada data ekonomi Amerika, termasuk angka ketenagakerjaan ADP November yang dirilis Rabu, dan indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September yang tertunda--merupakan indikator inflasi pilihan the Fed--dijadwalkan rilis Jumat.
Menurut Waterer, harga emas relatif stabil karena sedikit katalis baru, sementara likuiditas yang lebih tinggi di sesi Eropa dan Amerika biasanya menahan antusiasme yang muncul pada sesi Asia.
Kontrak suku bunga AS kini menilai peluang pemangkasan suku bunga pekan depan sebesar 88%, meningkat dari 85% minggu lalu, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Data ekonomi Amerika terbaru yang menunjukkan perlambatan moderat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan the Fed 9-10 Desember, dengan sejumlah perusahaan pialang besar juga memproyeksikan pelonggaran kebijakan.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.
Sementara itu, harga perak sempat menembus rekor tertinggi USD58,94 per ons sebelum akhirnya melorot 1% menjadi USD57,87 per ons.
Soni Kumari, analis ANZ, mengatakan ketatnya pasar spot di London, menurunnya data inventaris perak di China, serta ketidakpastian terkait tarif impor mendukung harga perak.
Logam lainnya bergerak variatif, dengan platinum naik 0,8% menjadi USD1.651,15 per ons, sementara paladium turun 1% jadi USD1.447,19. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now