Mendagri Beberkan Beras Tak Lagi Masuk Daftar Pangan Bermasalah

avatar
· Views 797
Mendagri Beberkan Beras Tak Lagi Masuk Daftar Pangan Bermasalah
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenanan - Foto: Kemendagri
Jakarta

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Menurut Tito, dirinya mendapat titah dari Prabowo untuk menjaga inflasi di daerah.

Tito mengatakan, dirinya melapor ke Prabowo soal angka inflasi yang sebesar 2,86% secara year-on-year, sementara secara year-to-date adalah 2,1%. Artinya angka inflasi terkendali dengan baik.

"Intinya saya melapor kepada beliau mengenai masalah yang memang saya dikasih tugas yang rutin oleh beliau untuk menjaga inflasi di daerah. Saya melaporkan bahwa inflasi kita di angka year on year-nya 2,86%, tapi year to date-nya 2,1%, artinya cukup terkendali baik," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (24/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor pangan juga menunjukkan perbaikan. Beras yang biasanya masuk ke daftar pangan yang biasanya bermasalah kini mengalami penurunan di berbagai daerah. Tito menyebut hal ini tak lepas dari kerja sama berbagai Kementerian Lembaga.

Baca juga: Bea Cukai Buka Suara soal 250 Ton Beras Ilegal Temuan Mentan

ADVERTISEMENT

"Baru kali ini beras itu keluar dari urutan daftar pangan yang biasanya bermasalah. Beras sangat bagus, daerah-daerah yang mengalami penurunan makin banyak, yang mengalami kenaikan hanya sedikit sekali. Dan itulah dicover dengan baik saya kira oleh Menteri Pertanian Pak Amran, sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, kemudian juga Bulog bekerja sama dengan teman-teman Pemda," bebernya.

Namun masih ada kenaikan harga untuk sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai, serta telur ayam ras. Menurut Tito, komoditas tersebut merupakan penyuplai menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemudian yang memang agak sedikit naik adalah bawang merah, cabai, kemudian sedikit telur ayam ras. Nah ini yang perlu untuk mensuplai terutama program MBG.

"Kemudian ada pendorong lain kenaikan itu diantaranya adalah masalah harga emas, karena memang harga emas dunia naik, ada situasi geopolitik, ada fenomena dedolarisasi misalnya," tutupnya.

(ily/kil)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest