Tembaga Naik Tipis Didukung Spekulasi Pelonggaran Kebijakan The Fed

avatar
· Views 2,382
  • Tembaga naik tipis di SHFE ke 86.080 yuan/ton didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, meski minat spekulatif menurun karena belum ada katalis kuat.
  • Perusahaan tambang BHP membatalkan akuisisi Anglo American, sementara proyek nikel dan kobalt Indonesia memangkas produksi akibat isu lingkungan.
  • Logam dasar lain bergerak variatif: nikel menguat, aluminium dan seng turun, timah naik, timbal turun tipis.

Ipotnews - Harga tembaga sedikit menguat, Senin, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Desember setelah pejabat bank sentral memberikan sinyal dovish. Namun, analis mencatat minat spekulatif terhadap logam merah menurun karena pasar saat ini belum memiliki katalis kuat.
Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) ditutup naik 0,09% menjadi 86.080 yuan (USD12.112,68) per ton metrik.
Kenaikan ini mengikuti tren positif kontrak tembaga di London Metal Exchange (LME), di mana kontrak tiga bulan untuk benchmark tembaga relatif stabil di USD10.778 per ton pada pukul 15.10 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Shanghai, Senin (24/11).
Kenaikan tembaga didukung oleh meningkatnya spekulasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Amerika Serikat pada Desember.
Presiden Fed New York, John Williams, menyatakan bank sentral masih bisa menurunkan suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengancam target inflasi.
Di sisi korporasi, raksasa tambang Australia, BHP, mengumumkan menarik kembali upaya terakhirnya untuk mengakuisisi Anglo American guna memperkuat dominasi mereka di sektor tembaga.
Analis menilai tembaga saat ini berada di level tinggi setelah mundur dari rekor puncak, namun belum ada katalis makro atau fundamental baru yang mampu mendorong pergerakan signifikan ke arah tertentu. Minat spekulatif juga menurun karena pasar masih kehilangan arah, menurut catatan dari broker China, Jinrui Futures.
Logam dasar SHFE lainnya, kontrak nikel paling aktif naik 0,64% menjadi 115.530 yuan per ton, sementara harga nikel tiga bulan di pasar London menguat 0,69% menjadi USD14.555 per ton.
Proyek pengolahan nikel dan kobalt asal Indonesia, QMB New Energy Materials, memangkas produksi setidaknya separuh setelah Kementerian Lingkungan Hidup menemukan masalah pada pengelolaan tailing.
Logam SHFE lainnya bergerak variatif. Aluminium turun 0,40%, seng (zinc) melemah 0,42%, timah naik 0,25%, dan timbal (lead) berkurang 0,38%.
Di kompleks LME, aluminium menguat 0,72%, seng menimgkat 0,57%, timbal bertambah 0,20%, dan timah melonjak 0,91%. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest