- Emas melemah untuk hari ketiga akibat penguatan dolar AS dan berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga the Fed pada Desember.
- Pernyataan variatif pejabat the Fed membuat prospek emas jangka pendek tetap lemah, dengan ekspektasi pergerakan mendatar hingga negatif dalam 3-5 minggu.
- Logam lain, perak mendatar, sementara platinum dan paladium menguat.
Ipotnews - Harga emas kembali melemah, Senin, menandai penurunan untuk hari ketiga berturut-turut, terbebani penguatan dolar AS yang mendekati level tertinggi enam bulan, sementara investor menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Emas spot melorot 0,3% menjadi USD4.055,73 per ons pada pukul 13.36 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember merosot 0,7% ke posisi USD4.042,40, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (24/11).
"Indeks Dolar (Indeks DXY) berada di dekat level tertinggi enam bulan, di atas 100. Jika terus bertahan di atas 100, tekanan terhadap harga emas akan semakin besar," kata Jigar Trivedi, analis Reliance Securities.
Keperkasaan dolar AS membuat emas--yang dihargai dalam greenback--menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Probabilitas pemangkasan suku bunga the Fed pada pertemuan Desember turun menjadi 69% pada Senin, setelah melonjak ke 74% pada sesi sebelumnya, berdasarkan FedWatch Tool CME Group.
Kenaikan ekspektasi tersebut dipicu pernyataan dovish Presiden Fed New York John Williams. Namun, sejumlah pejabat the Fed lainnya justru mempertahankan nada hawkish.
Presiden Fed Dallas Lorie Logan menyebut suku bunga sebaiknya dipertahankan "untuk sementara waktu", sementara Presiden Fed Chicago dan Cleveland memperingatkan bahwa pemangkasan lebih lanjut saat ini membawa berbagai risiko bagi perekonomian.
Logam kuning, sebagai aset tanpa imbal hasil, biasanya menguat dalam lingkungan suku bunga rendah.
Namun, menurut Trivedi, prospek jangka pendek masih lemah. "Tiga hingga lima minggu ke depan kemungkinan akan menunjukkan pergerakan mendatar hingga negatif karena tidak ada dukungan signifikan bagi kelompok bullish di tengah absennya ketegangan geopolitik besar," ujarnya.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Ukraina dijadwalkan melanjutkan pembahasan terkait rencana mengakhiri perang dengan Rusia, Senin, setelah menyepakati modifikasi terhadap proposal sebelumnya yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.
Logam lainnya, harga perak spot mendatar di posisi USD49,99 per ons, platinum melonjak 1,6% jadi USD1.535,85, sementara paladium menguat 1,1% ke USD1.390,13. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now