Ekonomi China Makin Lesu, Investasi Anjlok-Konsumsi Loyo

avatar
· Views 22
Ekonomi China Makin Lesu, Investasi Anjlok-Konsumsi Loyo
Ilustrasi bendera China - Foto: Daniel Berehulak/Getty Images
Jakarta

Ekonomi China kian melambat pada Oktober 2025. Sejumlah indikator penting yang dirilis Biro Statistik Nasional China menunjukkan pelemahan yang semakin tajam pada Oktober 2025.

Pelemahan ekonomi China dipicu oleh permintaan konsumen yang melemah, sektor properti yang terkontraksi, serta aktivitas manufaktur yang babak belur selama libur panjang nasional.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional China, investasi aset tetap, termasuk real estate terkontraksi sebesar 1,7% sepanjang Januari-Oktober 2025. Angka ini memburuk lebih dalam dari penurunan 0,5% pada periode tersebut dan lebih memburuk dari perkiraan analis Reuters 0,8%. Ini menjadi kontraksi pertama yang tercatat sejak masa pandemi 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, investasi aset tetap menurun 11,4% secara bulanan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional, Goldman Sachs menilai penurunan ini disebabkan oleh upaya China memperketat kapasitas industri dan penurunan sektor perumahan.

Selain itu, investasi properti terus turun, menyusut 14,7% sepanjang tahun hingga Oktober. Pada bulan lalu, investasi sektor tersebut hanya berkontraksi 13,9%. Investasi di sektor manufaktur naik 2,7%. Sementara, belanja utilitas, termasuk listrik, bahan bakar melonjak 12,5%.

ADVERTISEMENT
Baca juga: Perusahaan Ini Bagi-bagi Emas Buat Bonus Karyawan, Ada yang Seharga Rp 751 Juta

Aktivitas manufaktur China kontraksi lebih dalam dari perkiraan pada Oktober, jatuh ke level terendah dalam enam bulan. Hal ini dikarenakan libur nasional selama sepekan (1-8 Oktober) sehingga sebagian besar pabrik tutup.

Di sisi konsumsi, penjualan ritel cuma naik 2,9%, lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya dan menjadi level terendah tahun ini. Ini juga menjadi bulan kelima berturut-turut penurunan laju pertumbuhan konsumsi.

Ekonom Conference Board China Center, Yuhan Zhang menilai penurunan tajam investasi disebabkan oleh lesunya investasi di sektor properti dan infrastruktur.

Di sisi lain, perusahaan negara alias BUMN justru lebih meningkatkan belanja infrastruktur, seperti listrik, panas, gas. Sementara investasi asing justru turun lebih tajam.

"Kita akan terus melihat investasi yang diarahkan pada kebijakan infrastruktur, manufaktur maju, dan peningkatan industri," ujarnya dikutip dari CNBC International, Jumat (14/11/2025).

Dari sisi perdagangan, tekanan masih dirasakan oleh China. Ekspor China secara tak terduga turun pada bulan Oktober untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Hal ini seiring memanasnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sebelum kedua negara mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan konflik tarif.

(kil/kil)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest