IDXChannel - Pasar saham Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini melemah dinilai sebuah peringatan kecil di tengah reli yang sebelumnya mendorong saham ke serangkaian rekor tertinggi. Namun, banyak investor melihat penurunan ini sebagai jeda sementara.
Melansir Investing, Senin (10/11/2025), S&P 500 turun 2,4 persen selama delapan sesi terakhir. Kondisi ekonomi AS dan valuasi tinggi saham di sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi menjadi sentimen yang dinilai membebani pasar.
Wall Street Dibuka Melemah, Tekanan Valuasi Saham Teknologi Bebani PasarMeskipun ada kekhawatiran soal valuasi dan konsentrasi pasar, tren bullish dianggap masih didukung fondasi yang kuat. Hal ini didorong pelonggaran suku bunga Federal Reserve (The Fed) hingga lonjakan pengeluaran modal yang dipacu oleh AI.
"Saya tidak melihat perubahan signifikan dalam sentimen, tapi bukan berarti tak bisa terjadi," kata co-head Eaton Vance Equity dan manajer portofolio untuk portofolio ekuitas global di London, Chris Dyer.
Bursa Asia Rebound setelah Tekanan ValuasiReprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now