Bursa Siang: Progres Negosiasi Dagang China-AS Dukung Saham Asia, IHSG Ambruk

avatar
· Views 39
  • IHSG anjlok 2,94% ke 8.028 pada sesi I Senin (27/10) di tengah pelemahan seluruh sektor, terutama properti (-4,53%) dan energi (-4,45%).
  • Bursa Asia mencatat reli luas setelah laporan bahwa negosiator AS-China telah menyusun kerangka kesepakatan perdagangan menjelang pertemuan Trump-Xi Jinping.
  • Harga minyak dunia naik sekitar 0,7% karena meredanya ketegangan perdagangan AS-China dan sanksi baru terhadap Rusia.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) merana setelah jatuh ke zona merah di akhir perdagangan sesi I hari Senin (27/10). IHSG berkurang 244 poin (-2,94%) ke posisi 8.028.
Saham top gainers:
BRRC
,
MICE
,
SSTM
,
SKRN
,
BABY
,
GPSO
,
REAL
. Saham teraktif:
CDIA
,
PTRO
,
BRMS
,
REAL
,
CUAN
,
CBRE
,
BRPT
.
Aktivitas trading mencatat volume sebanyak 241,38 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp17,79 triliun.
Seluruh indeks sektoral saham terjungkal di zona merah. Indeks sektor properti paling merana, turun terdalam 4,53%. Berikutnya indeks saham sektor energi yang melemah 4,45%.
Bursa Asia
Indeks Nikkei menembus level 50.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan hari Senin (27/10). Karena para investor menyambut baik kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China serta momentum kuat di Wall Street.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diperkirakan akan bertemu Presiden AS Donald Trump minggu ini selama kunjungannya ke Jepang .
"Pesan yang ingin disampaikannya diharapkan dapat memperluas permintaan domestik secara signifikan di tengah ekonomi yang sedang tertekan," demikian pernyataan Crdit Agricole CIB dalam sebuah catatan pada hari Senin seperti dikutip CNBC .
Perluasan permintaan domestik yang kuat akan "sepenuhnya mengangkat Jepang keluar dari stagnasi struktural deflasinya" dan membuat kemajuan dalam mengurangi defisit perdagangan AS, yang akan menghasilkan situasi saling menguntungkan bagi kedua negara, kata para ahli strategi.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak signifikan hingga menembus level 4.000 untuk pertama kalinya setelah mencapai rekor tertinggi pada hari Jumat pekan lalu.
Reli regional tersebut menyusul laporan bahwa negosiator perdagangan utama AS dan China telah menyusun kerangka kerja pada beberapa isu yang disengketakan. Ini yang membuka jalan bagi Trump dan Presiden Cina Xi Jinping untuk menandatangani persyaratan tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CBS News hari Minggu bahwa usulan tarif 100% Trump terhadap impor Tiongkok "secara efektif tidak mungkin." Ia menambahkan bahwa Tiongkok diperkirakan akan melakukan pembelian kedelai dalam jumlah besar dan menunda pembatasan luas terhadap ekspor tanah jarang. Namun, AS akan mempertahankan kontrol ekspornya saat ini terhadap Tiongkok, catat Bessent.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) +2,10%
Topix (Jepang) +1,44%
Shanghai Composite (China) +1,04%
Shenzhen Component (China) +1,26%
CSI300 (China) +1,06%
Hang Seng (Hong Kong) +1,02%
Kospi (Korsel) +1,95%
Taiex (Taiwan) +2,11%
ASX200 (Australia) +0,37%
Asia Currencies
Yen drop 0,18% menjadi 153,13 per USD
SGD up 0,04% menjadi 1,2983 per USD
AUD melaju 0,28% menjadi 0,6531 per USD
Rupiah turun 0,15% menjadi 16.627 per USD
Rupee drop 0,15% ke 87,9825 per USD
Yuan naik 0,13% ke 7,1136 per USD
Ringgit menguat 0,18% ke 4,2157 per USD
Baht naik 0,05% ke 32,69 per USD
Oil
Harga minyak naik pada perdagangan hari Senin (27/10) setelah pejabat ekonomi AS dan Tiongkok menyusun kerangka kerja kesepakatan perdagangan. Kesepakatna ini meredakan kekhawatiran bahwa tarif dan pembatasan ekspor antara dua konsumen minyak terbesar dunia dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Harga minyak mentah Brent naik 46 sen atau 0,7% menjadi $66,40 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 46 sen atau 0,75% menjadi $61,96 per barel.
Haitong Securities seperti dikutip Reuters mengatakan dalam sebuah catatan bahwa ekspektasi pasar telah membaik menyusul sanksi baru terhadap Rusia dan meredanya ketegangan AS-Tiongkok, melawan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak mentah yang telah menekan harga turun pada awal Oktober.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest