JAKARTA, investor.id -Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melemah pada Selasa (21/10/2025). Pelemahan ini terjadi karena terseret penurunan harga minyak kedelai.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa (21/10/2025), kontrak berjangka CPO untuk November 2025 naik 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.447 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Desember 2025 turun 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.475 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Januari 2026 melemah 8 Ringgit Malaysia menjadi 4.505 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2026 terkoreksi 13 Ringgit Malaysia menjadi 4.514 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Maret 2026 terpangkas 25 Ringgit Malaysia menjadi 4.493 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 jatuh 21 Ringgit Malaysia menjadi 4.475 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Trading View, di pasar Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif melemah 0,22%, sementara kontrak minyak sawit turun 0,81%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT) naik tipis 0,12%.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati lain karena bersaing di pasar global minyak nabati.
Dewan Minyak Sawit Malaysia ( MPOC ) menyatakan, harga CPO diperkirakan tetap stabil di atas 4.400 ringgit (US$ 1.042) per ton hingga memasuki 2026, di tengah ketidakpastian ekspor minyak sawit dan kedelai.
Ekspor CPO
Menurut survei kargo Intertek Testing Services, ekspor produk minyak sawit Malaysia periode 1-20 Oktober naik 3,4% dibandingkan periode yang sama September. Sementara itu, AmSpec Agri Malaysia mencatat kenaikan ekspor sebesar 2,5%.
Di sisi lain, harga kedelai di CBOT pada Senin (20/10/2025) mencapai level tertinggi dalam sebulan, didorong optimisme baru terhadap pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Nilai tukar ringgit, mata uang perdagangan utama CPO, melemah tipis 0,05% terhadap dolar AS. Pelemahan ringgit biasanya membuat komoditas ini lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Harga minyak mentah dunia pada Selasa tercatat stabil setelah sempat turun pada sesi sebelumnya. Kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan serta ketidakpastian permintaan akibat sengketa dagang AS-China masih membayangi pasar. Harga minyak yang lebih lemah biasanya mengurangi daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Sumber : investor.id
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now