Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Emas Desember 2026 Jadi USD4.900

avatar
· Views 53
  • Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas Desember 2026 menjadi USD4.900 per ons dari sebelumnya USD4.300, didorong arus masuk ETF dan potensi pembelian dari bank sentral.
  • Harga emas melejit 51% sepanjang tahun ini akibat pembelian besar-besaran oleh bank sentral, permintaan ETF, pelemahan dolar AS, dan minat investor terhadap aset lindung nilai.
  • Goldman memprediksi pembelian emas oleh bank sentral negara berkembang akan terus berlanjut, sementara kepemilikan ETF di Barat diperkirakan meningkat seiring ekspektasi penurunan suku bunga AS hingga 2026.

Ipotnews - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga emas untuk Desember 2026 menjadi USD4.900 per ons dari sebelumnya USD4.300, menyusul kuatnya arus masuk ETF berbasis emas di Barat serta kemungkinan pembelian dari bank sentral.
Dalam laporan terbaru, Goldman Sachs menyatakan risiko terhadap proyeksi harga emas yang dinaikkan masih cenderung menguat, karena diversifikasi portofolio sektor swasta ke pasar logam kuning yang relatif kecil dapat mendorong kepemilikan ETF melampaui estimasi mereka yang didasarkan pada imbal hasil suku bunga.
Harga emas spot diperdagangkan USD3.955,27 per ons pada pukul 14.03 WIB, setelah sempat mencetak rekor tertinggi di USD3.977,19 pada awal sesi, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Bengaluru, Selasa (7/10).
Sepanjang tahun ini, harga emas melejit 51%, dipicu pembelian besar-besaran oleh bank sentral, meningkatnya permintaan terhadap ETF berbasis emas, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya minat investor ritel yang mencari instrumen lindung nilai di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang meningkat.
Goldman Sachs memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral akan rata-rata mencapai 80 metrik ton pada 2025 dan 70 metrik ton pada 2026.
Bank sentral negara berkembang diprediksi terus melakukan diversifikasi struktural cadangan mereka ke dalam emas.
Analis Goldman Sachs juga memperkirakan kepemilikan ETF emas di Barat akan terus meningkat seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan Federal Reserve sebesar 100 basis poin hingga pertengahan 2026.
"Sebaliknya, posisi spekulatif yang lebih volatile cenderung tetap stabil. Setelah peningkatan besar pada September, tingkat kepemilikan ETF Barat kini sepenuhnya menyesuaikan dengan estimasi kami yang berdasarkan suku bunga AS, menunjukkan bahwa kekuatan ETF baru-baru ini bukanlah kelebihan permintaan," ungkap Goldman Sachs. (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest