Harga Minyak Dunia Kembali Menguat Pekan Ini

avatar
· Views 65

IDXC hannel -Hargaminyakturun pada Jumat (19/9/2025) di tengah kekhawatiran pasokan yang melimpah dan melemahnya permintaan.
Kondisi ini menutupi ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga pertama tahun ini oleh Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) akan mendorong konsumsi.
Kontrak berjangka Brent ditutup di USD66,68 per barel, turun 76 sen atau 1,1 persen. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir di USD62,68 per barel, turun 89 sen atau 1,4 persen.
Kedua acuan harga tersebut masih mencatat kenaikan untuk pekan kedua berturut-turut, yakni 0,19 persen.
"Pasokan minyak masih tetap melimpah dan OPEC tengah mengurangi pemangkasan produksinya," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow. "Kami belum melihat dampak sanksi terhadap eksporminyak mentahRusia."
The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase pada Rabu dan mengindikasikan pemangkasan lanjutan sebagai respons atas tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Biasanya, biaya pinjaman yang lebih rendah akan meningkatkan permintaan minyak dan mendorong harga naik.
Namun, Partner di Again Capital, John Kilduff, mengatakan, dikutip Reuters , pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin persentase berikutnya kemungkinan tidak akan mendorong pasar minyak karena justru akan melemahkan dolar AS sehingga minyak menjadi lebih mahal untuk dibeli.
"The Fed harus lebih agresif daripada sekarang," kata Kilduff.
Ia menambahkan, "Kita perlu pemangkasan 50 basis poin untuk mendorong permintaan. Tindakan The Fed saat ini belum diterjemahkan menjadi pertumbuhan bagi pasar minyak mentah karena kondisi fundamental yang mendasarinya."
Sementara, analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, di sisi permintaan, semua lembaga energi, termasuk Badan Informasi Energi AS, telah menyuarakan kekhawatiran terhadap pelemahan permintaan yang menahan ekspektasi kenaikan harga signifikan dalam waktu dekat.
Lipow juga melihat tekanan dari sisi permintaan. "Musim perawatan kilang akan semakin mengurangi permintaan," katanya. Kilang biasanya menghentikan sebagian unit produksinya pada musim semi dan gugur untuk perawatan yang disebut turnaround.
Kekhawatiran permintaan juga meningkat setelah persediaan distilat AS bertambah lebih tinggi dari perkiraan, yakni 4 juta barel, yang menekanharga minyakdi konsumen terbesar dunia ini.
Data ekonomi terbaru menambah kekhawatiran tersebut, dengan pasar tenaga kerja AS yang melemah dan pembangunan rumah keluarga tunggal anjlok ke level terendah beberapa tahun pada Agustus akibat kelebihan pasokan rumah baru yang belum terjual.

Sumber : idxchannel.com

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest