IDXChannel - Serangkaian data inflasi akan menjadi tantangan bagi investor saham Amerika Serikat (AS) pada pekan depan. Pasar yang masih fokus dengan ketidakpastian baru terkait tarif dan imbal hasil obligasi pemerintah, sementara valuasi ekuitas berada di level tinggi.
September secara historis menjadi periode terburuk bagi saham selama 35 tahun terakhir.
Goldman Proyeksi Harga Emas Dekati USD5.000 Jika Independensi The Fed TergangguAdapun saham-saham terkoreksi pada Jumat setelah laporan ketenagakerjaan AS secara bulanan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melemah pada Agustus.
"September dikenal sebagai periode yang dapat mengikis sentimen," kata co-chief investment strategist di Manulife John Hancock Investments, Matthew Miskin, dilansir Investing, Minggu (7/9/2025).
Pasar Tenaga Kerja Melemah, Sinyal Pemangkasan Suku Bunga The Fed Makin KuatSaat ini pasar saham belum sepenuhnya mencerminkan potensi risiko yang ada, sementara harganya sudah berada di level tinggi sehingga ruang kenaikan terbatas namun rentan terkoreksi jika muncul sentimen negatif
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulanan menjadi sorotan utama rilis ekonomi pekan depan. Investor akan fokus pada sinyal dari data inflasi mengenai prospek pemangkasan suku bunga dan dampak tarif terhadap harga.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Muncul usai Laporan Ketenagakerjaan ASReprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now