IDXChannel - Beberapa investor melihat adanya potensi kerentanan di pasar obligasi Amerika Serikat (AS) serta tanda bahaya dari pergerakan harga yang bergejolak belakangan ini. Mereka menilai pasar masih mengabaikan risiko fiskal jangka panjang dan bahaya dari tekanan Gedung Putih terhadap bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Pasar obligasi AS sempat mengalami aksi jual pada awal pekan ini ketika kekhawatiran atas kesehatan fiskal global meningkat. Namun, tekanan itu cepat mereda dan obligasi kembali reli setelah data ekonomi yang lemah dirilis.
Emiten Emas Tangguh, BUMA Tawarkan Obligasi Rp1,4 TReli berlanjut pada Jumat, ketika perlambatan tajam pertumbuhan lapangan kerja AS meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempercepat laju pelonggaran moneter lebih dari perkiraan.
Meski demikian, investor mengatakan mereka tetap khawatir dengan pasar.
BUMA Tawarkan Obligasi Jumbo, Batu Bara hingga Emas Kian Perkasa"Kekhawatiran saya adalah kita berada dalam situasi yang memburuk perlahan tanpa disadari," kata manajer portofolio strategi obligasi global di DoubleLine, Bill Campbell, dilansir Investing, Sabtu (6/9/2025).
Dia merujuk pada risiko melemahnya kekuatan institusi, khususnya tekanan terbaru dari Gedung Putih kepada The Fed untuk memangkas suku bunga, serta faktor lain seperti memburuknya arah fiskal AS.
Mayora (MYOR) Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun, Kupon hingga 6,70 PersenReprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now