- Harga emas turun 0,5% karena penguatan dolar AS, meski didukung kekhawatiran atas ancaman Trump memecat pejabat the Fed.
- Pasar menanti data inflasi PCE Jumat ini, setelah sinyal dovish dari the Fed mendorong ekspektasi pemotongan suku bunga.
- Emas tetap menarik di tengah prospek suku bunga rendah, dengan potensi teknikal menguji level USD3.400-3.435.
Ipotnews - Harga emas melemah, Rabu, tertekan penguatan dolar AS, namun ketegangan politik terkait independensi Federal Reserve memberi dukungan bagi permintaan logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Emas spot turun 0,37 persen menjadi USD3.380,90 per ons pada pukul 13.34 WIB, setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 11 Agustus, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Rabu (27/8).
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember menyusut 0,06 persen menjadi USD3.430,80 per ons.
Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat 0,3 persen terhadap sejumlah rival utamanya, membuat emas menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lain.
"Spekulan jangka pendek cenderung mengambil keuntungan saat ini. Namun, emas masih mendapat dukungan, terutama karena sikap dovish dari Federal Reserve yang makin jelas," ujar analis OANDA, Kelvin Wong.
Menurut Wong, harga emas berpotensi menguji level USD3.400 dalam waktu dekat, bahkan bisa menembus ke USD3.435 jika tekanan beli berlanjut.
Dukungan terhadap emas juga datang dari ketidakpastian politik, setelah Presiden AS Donald Trump memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Trump menuduh Cook melakukan pelanggaran dalam pengajuan pinjaman hipotek.
Namun, Cook menyatakan Presiden tidak memiliki wewenang untuk memecat anggota dewan the Fed dan menegaskan tidak akan mengundurkan diri.
Sebelumnya, Trump juga kerap mendesak the Fed untuk menurunkan suku bunga dan mengkritik kebijakan Chairman Jerome Powell yang dinilai lamban.
Pasar kini menantikan data Indeks Harga Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis Jumat, indikator inflasi favorit the Fed, untuk petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Setelah pernyataan dovish Powell dalam simposium Jackson Hole pekan lalu, pelaku pasar memperkirakan 87 persen kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan 17 September, menurut FedWatch Tool CME Group.
Secara historis, emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding) cenderung berkinerja baik di tengah lingkungan suku bunga rendah.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,4 persen menjadi USD38,42 per ons, platinum stagnan di posisi USD1.348,20, sementara paladium naik 0,5 persen jadi USD1.098,96 per ons. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin
Reprinted from indopremier_id,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.
Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.

Leave Your Message Now