Harga CPO Berjangka Melambung, Didorong Ekspektasi Ekspor yang Solid

avatar
· Views 73

Ipotnews - Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia diperdagangkan lebih tinggi, Rabu, memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut, didorong ekspektasi data ekspor yang lebih kuat pada Agustus.
Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 57 ringgit, atau 1,29%, menjadi 4.459 ringgit (USD1.056,89) per metrik ton pada jeda tengah hari, demikian laporan  Reuters,  di Jakarta, Rabu (13/8).
"Minyak sawit melanjutkan kenaikan di tengah ekspektasi ekspor yang lebih kuat pada Agustus, meski stok akhir Juli mencapai level tertinggi dalam 19 bulan," kata Darren Lim, analis Phillip Nova yang berbasis di Singapura.
"Estimasi ekspor yang kuat dari surveyor kargo untuk 10 hari pertama Agustus memperkuat optimisme pasar."
Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 Agustus melejit 23,3%, menurut surveyor kargo Intertek Testing Services, sementara menurut AmSpec Agri Malaysia, melesat 23,7%.
Kontrak minyak kedelai (soyoil) teraktif Dalian menguat 1,37%, sementara kontrak minyak sawitnya meningkat 1,33%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,15%.
Minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak pesaingnya, karena berkompetisi untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Impor minyak kedelai India diperkirakan melambung 60% (year-on-year) ke rekor tertinggi pada 2024/25, dengan penyuling meningkatkan pembelian karena harga yang lebih murah daripada minyak sawit pesaingnya, yang pengirimannya diprediksi mencapai titik terendah dalam lima tahun, menurut enam trader kepada  Reuters. 
Sementara itu, impor minyak sawitnya pada tahun ini kemungkinan merosot 13,5% dari tahun lalu menjadi 7,8 juta ton, terendah sejak 2019/20, kata trader.
Harga minyak stabil, Rabu, karena investor menunggu indikasi yang lebih jelas mengenai data persediaan Amerika Serikat, sembari mengamati pertemuan mendatang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Harga minyak mentah berjangka yang lebih kuat menjadikan CPO pilihan yang lebih menarik untuk bahan baku biodiesel.
Ringgit, mata uang perdagangan kelapa sawit, menguat 0,26% terhadap dolar, membuat komoditas ini lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain. (ef)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest