Rupiah Diprediksi Melemah Pasca Perpanjangan Gencatan Perang Tarif AS - China

avatar
· Views 62

Ipotnews - Nilai tukar rupiah diprediksi melemah terhadap dolar, setelah gencatan senjata perang tarif Amerika Serikat dengan China diperpanjang selama 90 hari ke depan.
Mengutip data Bloomberg pada Selasa pagi (12/8) pukul 09.14 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan di level Rp16.306 per dolar AS, melemah 27 poin atau 0,17% dibandingkan Senin sore (11/8) dilevel Rp16.279 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound menyusul diperpanjangnya penundaan tarif pada China untuk 90 hari ke depan.
"Investor juga mengantisipasi angka inflasi AS malam ini yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan pada harga. Kurs rupiah hari ini kemungkinan di kisaran Rp16.200 - Rp16.350 per dolar AS," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews hari ini.
Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump memperpanjang jeda tarif tinggi terhadap barang-barang asal China selama 90 hari hingga awal November. Sebuah langkah yang menstabilkan hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Trump menandatangani perintah perpanjangan tersebut, menurut sumber yang mengetahui hal itu. Kesepakatan ini mencakup komitmen AS dan China untuk menurunkan kenaikan tarif saling balas serta melonggarkan pembatasan ekspor magnet tanah jarang dan teknologi tertentu. Gencatan tarif tersebut semula akan berakhir pada Selasa (12/8).(Adhitya)

Sumber : admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest