Gandum CBOT Dekati Level Terendah Lima Tahun di Tengah Aksi Jual Spekulan

avatar
· Views 58

Ipotnews - Gandum berjangka Chicago stabil tepat di atas level terendah lima tahun, Rabu, setelah anjlok sekitar 7% dalam dua pekan terakhir karena tekanan pasokan musiman dari panen di Belahan Bumi Utara dan kejatuhan harga jagung memicu aksi jual oleh spekulan.
Harga jagung melemah tipis dan kedelai berjangka naik, didorong inspeksi ekspor mingguan Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan, tetapi keduanya mendekati level terendah multi-bulan di tengah ekspektasi produksi AS yang besar dan pasar global yang tercukupi pasokannya.
Kontrak gandum yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) tak berubah di posisi USD508,25 per bushel pada pukul 13.22 WIB, setelah jatuh ke level terendah lima tahun di USD506,25 pada Mei.
Produksi Belahan Bumi Utara masih mengalir deras ke pasar, demikian laporan  Reuters  dan  Bloomberg,  di Canberra, Rabu (6/8).
"Kualitas bisa menjadi masalah di beberapa area, tetapi kuantitas lebih dari cukup," kata analis Rabobank, Vitor Pistoia.
Curah hujan baru-baru ini juga meningkatkan prospek di negara-negara yang terlambat panen seperti Kanada, Australia, dan Argentina.
"Tidak banyak yang bisa menghalangi kami untuk mencapai USD5," ujar Pistoia.
"Jika kondisi kering selama masa tanam di Belahan Bumi Utara pada Oktober dan November, itu bisa membalikkan keadaan. Tetapi kita belum tahu apakah itu akan terjadi."
Spekulan berspekulasi pada penurunan harga lebih lanjut untuk gandum, jagung, dan kedelai CBOT . Investor telah menjadi net seller gandum Chicago selama enam sesi perdagangan terakhir, kata sejumlah trader.
Departemen Pertanian Amerika Serikat ( USDA ), Senin, mengeluarkan rating kondisi untuk tanaman jagung dan kedelai AS yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun.
Pialang StoneX, Senin, mengatakan Amerika Serikat dapat memproduksi 16,323 miliar bushel jagung tahun ini, di atas perkiraan terbaru USDA .
Jagung AS akan membanjiri pasar, meningkatkan persediaan global dan - karena jagung bersaing dengan gandum di pasar pakan ternak - membebani gandum, ungkap Pistoia.
"Itulah kekhawatiran utama saya terhadap pasar gandum selama 12-18 bulan ke depan," ujarnya.
Sementara, harga jagung CBOT turun 0,06% atau 25 menjadi USD401,75 per bushel dan kedelai naik 0,25% atau USD2,50 menjadi USD993,25 per bushel. (ef)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest