Disokong Bargain Buying, Harga CPO Berjangka Melonjak 1,7%

avatar
· Views 77

Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat, Selasa, karena bargain buying dan kenaikan harga palm olein Dalian mendukung pasar, sementara trader memperkirakan data ekspor yang membaik untuk paruh pertama Agustus.
Harga minyak sawit acuan untuk kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 71 ringgit, atau 1,7%, menjadi 4.258 ringgit (USD1.007,81) per metrik ton pada jeda tengah hari, setelah anjlok 1,37% pada sesi sebelumnya, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Selasa (5/8).
"Bargain buying mendukung harga secara keseluruhan, sementara palm olein Dalian pulih dari level terendah kemarin," kata trader yang berbasis di Kuala Lumpur. "Pasar juga akan memperkirakan perbaikan angka ekspor pada paruh pertama Agustus."
Kontrak minyak kedelai (soyoil) yang paling aktif di bursa Dalian naik 0,92%, sementara kontrak minyak sawitnya melesat 1,72%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,09%.
CPO mengikuti pergerakan harga minyak pesaingnya, karena berkompetisi untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Impor minyak sawit India merosot sepanjang Juli karena pembatalan kontrak, sementara pengiriman minyak kedelai ke negara tersebut melejit ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir karena harga yang kompetitif dan pengiriman yang tertunda sejak Juni, menurut lima trader.
Persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat untuk bulan kelima berturut-turut pada Juli, mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun, karena pertumbuhan produksi melampaui ekspor, menurut survei  Reuters. 
Harga minyak mentah stagnan setelah merosot tiga hari, karena meningkatnya kekhawatiran kelebihan pasokan membebani pasar menyusul kesepakatan OPEC + untuk menaikkan output pada September. Namun, potensi gangguan pasokan lebih lanjut dari Rusia mendukung pasar.
Harga minyak mentah berjangka yang lebih lemah membuat CPO menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Ringgit, mata uang perdagangan kelapa sawit, menguat 0,24% terhadap dolar, membuat komoditas tersebut sedikit lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
"Minyak sawit mungkin melonjak ke 4.273 ringgit per metrik ton karena telah menembus resistance di level 4.211 ringgit," kata analis teknis Reuters Wang Tao. (ef)

Sumber : Admin

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest