IDXChannel - Harga minyak ditutup naik 1 persen pada Rabu (31/7/2025), seiring investor menyoroti tenggat waktu yang diperketat oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bagi Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina, serta ancaman tarif terhadap negara-negara yang berdagang minyak dengan Rusia.
Kontrak berjangka (futures) minyak Brent untuk pengiriman September—yang akan berakhir pada Kamis—ditutup meningkat 1,01 persen ke level USD73,24 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,14 persen ke USD70 per barel.
Laba Microsoft Naik 24 Persen Jadi Rp447 Triliun pada April-Juni 2025Dengan ini, harga minyak sudah menguat tiga hari berturut-turut.
Kenaikan ini terjadi meski investor cenderung mengabaikan data persediaan minyak dan bahan bakar AS yang bercampur.
Trump Umumkan Tarif 50 Persen untuk Sebagian Produk TembagaPada Selasa, Trump menyatakan akan memberlakukan langkah-langkah terhadap Rusia, termasuk tarif sekunder sebesar 100 persen kepada mitra dagang Rusia, jika Moskow tidak menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri perang dalam 10 hingga 12 hari—lebih cepat dari tenggat 50 hari yang ia tetapkan sebelumnya.
Ia juga menetapkan tarif impor sebesar 25 persen atas barang dari India mulai 1 Agustus, disertai sanksi tambahan bagi negara yang membeli senjata dan minyak dari Rusia. AS juga memperingatkan China—pembeli terbesar minyak Rusia—bahwa mereka bisa dikenai tarif besar jika tetap melakukan pembelian.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now