IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik pada Selasa (3/6/2025), mengikuti penguatan pasar minyak nabati di Dalian dan keputusan India untuk memangkas bea masuk dasar atas minyak nabati mentah.
Menurut data pasar, kontrak berjangka (futures) CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 2,29 persen, menjadi MYR3.967 ringgit per ton pada jeda makan siang. Sementara, hingga pukul 15.32 WIB, kenaikan CPO tercatat sebesar 1,19 persen.
Piutang Pembiayaan Capai Rp504,1 Triliun, Tumbuh 3,6 Persen pada April 2025"Kontrak minyak sawit mendapat dorongan dari pasar minyak nabati China dan didukung oleh prospek permintaan yang membaik, setelah India—importir minyak sawit terbesar di dunia—mengumumkan pemangkasan bea masuk atas minyak nabati mentah," kata analis komoditas di pialang yang berbasis di Singapura Phillip Nova, Darren Lim.
Melansir dari Reuters, India memangkas setengah bea masuk dasar atas minyak nabati mentah menjadi 10 persen pada Jumat lalu, dalam upaya menurunkan harga pangan dan membantu industri pengilangan dalam negeri.
OECD Proyeksi PDB Indonesia Tumbuh 4,7 Persen pada 2025, Tertinggi Ketiga di G20Selain itu, kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini juga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biofuel, menambah sentimen positif, tambah Lim.
Reprinted from Idxchannel,the copyright all reserved by the original author.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now