Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai

avatar
· Views 92
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada Senin, mematahkan penurunan dua sesi sebelumnya. Penguatan ini ditopang oleh kenaikan harga minyak kedelai sebagai pesaing dan pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia.

Kontrak (futures) acuan CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives naik 1,86 persen menjadi MYR3.883 per ton metrik pada pukul 15.43 WIB.

Baca Juga:
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai Pioneerindo Gourmet International (PTSP) Targetkan 30 Gerai Baru

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,46 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama justru melemah 0,05 persen. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT) naik 0,14 persen.

Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati lainnya karena bersaing dalam pangsa pasar global minyak nabati.

Baca Juga:
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai Saham NICL Melesat 300 Persen, Manajemen Sebut Efek Laporan Keuangan

Nilai tukar ringgit Malaysia — mata uang utama perdagangan minyak sawit — melemah 0,37 persen terhadap dolar AS, membuat harga minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.

Harga minyak mentah global relatif stabil seiring investor mencermati hasil pembicaraan nuklir antara Iran dan AS serta menunggu rilis data ekonomi utama dari China untuk menilai dampak ketegangan dagang terhadap permintaan komoditas.

Baca Juga:
Harga Minyak Sawit (CPO) Naik di Tengah Penguatan Minyak Kedelai Saham Tembaga hingga Nikel Menguat, MDKA-MBMA Pimpin Kenaikan

Pelemahan harga minyak mentah bisa membuat minyak sawit menjadi pilihan yang kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendesak pemerintah menunda rencana kenaikan pungutan ekspor minyak sawit, dengan alasan bahwa kebijakan tersebut dapat melemahkan daya saing di tengah ketidakpastian perdagangan global akibat tarif AS dan ketegangan geopolitik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest