Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China

avatar
· Views 106
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat untuk hari kedua, Kamis (27/3/2025) setelah China dikabarkan beralih ke minyak sawit di tengah sengketa dagang dengan Kanada.

Menurut data pasar, per pukul 16.07 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek 1,34 persen ke MYR4.316 per ton.

Baca Juga:
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China Balik Rugi Jadi Laba, Matahari Putra (MPPA) Raup Rp34 Miliar di 2024

Harga mulai menjauhi level terendah dalam hampir dua bulan, didukung ketidakpastian cuaca yang masih membayangi.

Mengutip Trading Economics, perkiraan menunjukkan transisi dari La Niña ke fase netral El Niño antara Maret hingga Mei dapat memengaruhi produksi.

Baca Juga:
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China Menkeu Inggris Ingin Negosiasi dengan AS Agar Terhindar dari Tarif Dagang 

Dari sisi permintaan, pesanan dari Mesir, Kenya, dan Nigeria diperkirakan meningkat. Meski demikian, harga minyak sawit telah melemah sekitar 1,3 persen pekan ini, menandai penurunan mingguan ketiga berturut-turut akibat ekspor yang lesu.

Data dari survei kargo menunjukkan pengiriman minyak sawit pada 1-25 Maret kemungkinan turun 8,1-8,5 persen dibandingkan Februari.

Baca Juga:
Harga CPO Naik Dua Hari Beruntun, Tersengat Kabar dari China Bank Mandiri (BMRI) Bakal Cairkan Dividen Akhir April, Intip Tanggalnya

Sementara itu, aktivitas perdagangan diperkirakan melambat pekan depan karena libur Hari Raya Idul Fitri, yang dapat memengaruhi permintaan jangka pendek.

Di Indonesia, pemerintah berencana melepas satu juta kumbang penyerbuk di perkebunan untuk meningkatkan produksi dan hasil panen.

Meski langkah ini berpotensi mendukung pasokan jangka panjang, dampaknya baru akan terasa dalam beberapa waktu, sehingga ekspor dan risiko cuaca tetap menjadi faktor utama dalam jangka pendek.

Namun, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menilai pasar masih kurang yakin terhadap prospek bullish minyak sawit.

"Hal ini disebabkan oleh aksi likuidasi posisi panjang oleh dana-dana China di bursa komoditas Dalian untuk kontrak RBD (refined, bleached, deodorised) minyak sawit, lemahnya permintaan dari negara tujuan, pertumbuhan produksi yang lebih tinggi dari perkiraan, serta penurunan ekspor minyak sawit Malaysia," ujarnya kepada Bernama.

Senior analis Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menambahkan, "Fundamental produksi Maret yang lebih tinggi, ditambah dengan ekspor yang lebih rendah, telah menahan kenaikan harga, sehingga para trader kini bertaruh pada peningkatan stok akhir bulan." (Aldo Fernando)

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest