Note

Bursa Eropa Turun Tajam Usai Rilis Inflasi Negara Bagian Jerman Tinggi

· Views 35
Bursa Eropa Turun Tajam Usai Rilis Inflasi Negara Bagian Jerman Tinggi © Reuters.
 
EUR/USD
-0,21%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/USD
-0,50%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
UK100
-0,69%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
XAU/USD
-0,57%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
FCHI
-1,09%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DE30
-1,10%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Bursa saham Eropa anjlok pada Kamis petang karena melonjaknya inflasi Jerman menambah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif, sementara dorongan dari intervensi Bank of England memudar.

Pukul 14.45 WIB, DAX Jerman jatuh 1,7%, CAC 40 Perancis jatuh 1,7%, dan FTSE 100 Inggris anjlok 2,2%.

Investor telah terguncang dalam beberapa pekan terakhir oleh melonjaknya imbal hasil obligasi, pasalnya bank bank sentral menaikkan suku bunga substansial untuk menahan inflasi yang sangat tinggi, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi global ke dalam resesi.

European Central Bank telah meningkatkan suku bunga acuannya dengan gabungan 125 basis poin selama dua pertemuan terakhirnya, dan lebih banyak kenaikan terlihat mungkin terjadi setelah inflasi di negara bagian terpadat di Jerman, North Rhine Westphalia, mencatat lonjakan terbesar sejak awal 1950-an, atau naik sebesar 10,1% tahun ke tahun pada September.

Bank of England telah mengambil langkahnya sendiri pada hari Rabu, setelah poundsterling melonjak, mengumumkan bahwa mereka akan mulai membeli obligasi tenor jangka panjang untuk sementara waktu guna menenangkan gejolak pasar.

Namun, ketenangan dari langkah itu tidak berlangsung lama karena prospek ekonomi Eropa tetap sangat tidak pasti, utama mengingat krisis energi yang berlangsung di kawasan itu saat musim dingin mendekat.

Penjaga pantai Swedia telah menemukan kebocoran gas keempat pada jaringan pipa Nord Stream yang rusak, kata seorang juru bicara, Kamis.

Uni Eropa mencurigai adanya sabotase berada di balik kebocoran dari jaringan pipa yang membawa gas dari Rusia ke Eropa dan telah menjanjikan respons "tegas" terhadap tiap gangguan yang disengaja pada infrastruktur energinya.

Dalam berita perusahaan, saham Next (LON:NXT) anjlok lebih dari 9% setelah perusahaan ritel pakaian Inggris ini mengeluarkan peringatan laba kedua tahun ini karena inflasi yang melonjak menahan pengeluaran diskresioner.

Saham H&M (ST:HMb) jatuh 4,7% usai raksasa ritel ini mengumumkan penurunan laba operasi sebesar 86% dalam tiga bulan hingga Agustus, terpukul oleh keluarnya dari Rusia dan biaya yang lebih tinggi.

Selain itu, saham Porsche (F:P911_p) memulai debutnya di Bursa Efek Frankfurt pada hari Kamis, di mana pemiliknya Volkswagen (ETR:VOWG_p) berharap akan mengumpulkan dana sekitar 9,4 miliar euro ($9,1 miliar) dalam salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar di Eropa.

Harga minyak jatuh lagi pada hari Kamis, imbas penguatan dolar dan setelah Badai Ian gagal memberi dampak besar kerusakan bagi fasilitas minyak mentah Teluk saat mendarat di Florida.

Kedua tolok ukur telah rebound sekitar 4% selama dua sesi sebelumnya setelah mencapai posisi terendah sembilan bulan minggu ini karena Badai Ian mengancam akan mengganggu pasokan di Teluk Meksiko. Badai Kategori 4 ini telah menghantam negara bagian Florida, melepaskan hujan lebat dan mengancam banjir yang besar, tetapi sejak saat itu telah berkurang secara signifikan.

Pukul 14.45 WIB, harga minyak WTI jatuh 1,7% di $80,78 per barel, sementara kontrak Brent turun 1,7% ke $86,57.

Selain itu, harga emas berjangka jatuh 1,2% di $1,649.75/oz, sementara EUR/USD jatuh 1% ke 0,9639.

Disclaimer: The content above represents only the views of the author or guest. It does not represent any views or positions of FOLLOWME and does not mean that FOLLOWME agrees with its statement or description, nor does it constitute any investment advice. For all actions taken by visitors based on information provided by the FOLLOWME community, the community does not assume any form of liability unless otherwise expressly promised in writing.

If you like, reward to support.
avatar

Hot

No comment on record. Start new comment.