China Akan Kucurkan Stimulus, Harga Minyak Terangkat Naik

avatar
· Views 55

Harga minyak mentah dunia dibuka menguat pada perdagangan hari Rabu (27/April) setelah meredanya kekhawatiran terhadap dampak penguncian Covid-19 di China. Pada saat berita ini diturunkan, minyak Brent bergerak pada kisaran $106.14 per barrel atau menguat 0.73 persen. Sementara itu, minyak WTI (West Texas Intermediate) berada pada kisaran $102.70 per barrel atau menguat 0.97 persen dari harga open harian.

China Akan Kucurkan Stimulus, Harga Minyak Terangkat Naik
Penguatan harga minyak sejatinya sudah terbentuk sejak sesi perdagangan hari Selasa kemarin dan berlanjut hingga pagi ini. Katalis yang mendorong harga emas hitam ini naik berasal dari China yang mengumumkan akan segera mengucurkan stimulus terhadap perusahaan kecil yang terkena dampak Covid. Kucuran stimulus tentu saja secara tidak langsung akan meningkatkan permintaan minyak dari negeri Tirai Bambu yang notabene sebagai salah satu konsumen energi terbesar saat ini.

“Investor minyak mulai mengabaikan kekhawatiran penguncian Covid di beberapa kota seperti Beijing dan Shanghai, sebaliknya pasar mulai berfokus pada berita kucuran lebih banyak stimulus dari pemerintah China,” kata Phil Flynn, analis komoditas di Price Futures Group.

Harga minyak sempat mencatatkan penurunan cukup signifikan sepanjang pekan lalu karena ditekan oleh prospek merosotnya permintaan, imbas dari langkah penguncian Covid di beberapa kota utama China. Hingga saat ini, otoritas resmi Beijing masih berjuang menekan laju penyebaran Covid agar tidak semakin meluas.

Di tempat terpisah, Gazprom Rusia telah memperingatkan PGNiG Polandia bahwa perusahaan minyak Rusia itu akan menghentikan pasokan migas ke Polandia di sepanjang jalur pipa Yamal pada hari Rabu pagi waktu setempat. Gazprom mengultimatum PGNiG Polandia agar segera melakukan pembayaran dibawah skema yang disepakati sebelumnya yakni dengan menggunakan mata uang Rubel.

“Rusia menutut pembayaran migas dalam bentuk Rubel kepada Polandia yang kemungkinan akan membuat pasokan semakin ketat sehingga berkontribusi terhadap harga minyak yang lebih tinggi”, kata Scott Shelton, analis energi di United ICAP.

Harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur bullish secara jangka pendek karena Uni Eropa tetap mempertimbangkan untuk secara bertahap meninggalkan pasokan migas dari Rusia. Jerman mengatakan pihaknya berharap untuk mengganti semua pengiriman minyak dari Rusia. Hal ini terkonfirmasi setelah Pedagang komoditas Trafigura Group mengatakan akan menghentikan semua pembelian minyak mentah dari perusahaan minyak negara Rusia Rosneft pada 15 Mei mendatang.

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest