Dolar AS Bergerak Naik, Bank Sentral Bersiap Umumkan Keputusan Kebijakan

avatar
· Views 421
Dolar AS Bergerak Naik, Bank Sentral Bersiap Umumkan Keputusan Kebijakan © Reuters

Oleh Gina Lee

Investing.com - Dolar AS bergerak naik pada Senin (14/03) pagi di Asia. Yen Jepang mencapai level terendah baru lima tahun kala sejumlah bank sentral bersiap untuk menerbitkan keputusan kebijakannya sepanjang minggu.

Indeks Dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang lainnya naik tipis 0,06% menjadi 99,245 pada pukul 10.21 WIB. Kontrak indeks dolar bergulir ke kontrak 22 Juni pada 13 Maret.

Pasangan USD/JPY naik 0,48% di 117,84.

Pasangan AUD/USD turun 0,45% ke 0,7258 dan NZD/USD turun 0,33% menjadi 0,6784.

Pasangan USD/CNY naik tipis 0,16% menjadi 6,3498 sedangkan pasangan GBP/USD turun tipis 0,16% menjadi 1,3014.

Harapan bahwa perundingan antara Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri konflik yang dimulai dengan invasi 24 Februari membebani mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengatakan pada hari Minggu bahwa mungkin ada tanda-tanda bahwa Rusia bersedia memulai negosiasi untuk mengakhiri invasi ke Ukraina. Namun, pertempuran dalam konflik yang dimulai pada 24 Februari masih terus berlanjut.

Dolar AS naik hingga 117,61 yen di awal sesi, level tertinggi sejak Januari 2017, memperpanjang kenaikan dari minggu sebelumnya yang oleh para analis Barclays PLC dikaitkan dengan penurunan permintaan untuk tempat berlindung yang aman seiring menguatnya ekuitas.

"Bias dovish BOJ, berbeda dengan ekspektasi kenaikan Fed, akan terus mendukung dolar-yen di samping dampak negatif dari persyaratan perdagangan dari biaya energi yang tinggi," Barclays PLC menambahkan, dan melanjutkan "tidak ada resistensi yang jelas hingga level tertinggi akhir 2016 di 118,6.”

Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan sikap dovish saat mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Jumat. The Fed, di sisi lain, diperkirakan akan menaikkan suku bunga ketika menjatuhkan keputusannya pada hari Rabu. Reserve Bank of Australia juga akan merilis notulen rapat terakhir pada hari Selasa.

Bank of England (BOE) juga akan merilis keputusan kebijakannya, dengan ekspektasi tegas pada kenaikan suku bunga 25 basis poin lebih lanjut.

"Bagaimana kenaikan suku bunga Fed dan ECB akan mempengaruhi pound "akan sangat bergantung pada pernyataan pasca-pertemuan mereka dan konferensi pers Fed. Dengan Inggris lebih terpapar pada kejutan pasokan Rusia daripada AS, kami pikir risikonya terletak pada kekecewaan oleh BOE dan pound yang lebih lemah turun ke 1,2894," ungkap analis CBA dalam catatan.

Euro diperdagangkan di $1,0935, dengan harapan berakhirnya konflik di Ukraina bisa memberikan dorongan kecil. Namun, dampak konflik pada pertumbuhan zona euro terus membebani mata uang tunggal. Mata uang terkait komoditas, seperti dolar Australia dan Selandia Baru, turun dari titik tertinggi multi tahun yang dicapai pada Maret seiring melonjaknya harga minyak, biji-bijian, dan logam.

Dalam cryptocurrency, bitcoin mendekati angka $37.800 setelah menjalani akhir pekan yang tenang untuk aset digital. Sedangkan rupiah sedikit melemah 0,21% di 14.330,0 per dolar AS hingga pukul 11.15 WIB.

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 0

Leave Your Message Now

  • tradingContest