
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21–22 April 2026. Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75 persen dan Lending Facility di 5,5 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi global yang semakin tidak menentu. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat efektivitas operasi moneter, terutama dalam merespons tekanan eksternal akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung.
Ketidakpastian global saat ini dipicu oleh situasi di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga komoditas serta gangguan rantai pasok dunia. BI pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 akan melambat menjadi sekitar 3 persen, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,1 persen. Sementara itu, inflasi global diprediksi meningkat ke level 4,2 persen. Di pasar keuangan global, aliran dana juga cenderung beralih ke aset safe haven. Kondisi ini memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meski demikian, kondisi ekonomi domestik dinilai masih cukup solid. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, yang ditopang oleh permintaan dalam negeri.
Dari sisi inflasi, tren juga menunjukkan perbaikan. Inflasi tahunan pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,76 persen. BI pun optimistis inflasi akan tetap terjaga dalam target 2,5 persen ±1 persen hingga 2027.
Untuk nilai tukar, rupiah tercatat berada di level sekitar Rp17.140 per dolar AS per 21 April 2026, atau melemah 0,87 persen dibandingkan akhir Maret. Meski demikian, BI tetap yakin stabilitas rupiah akan terjaga ke depan, didukung oleh imbal hasil yang kompetitif serta fundamental ekonomi domestik yang relatif kuat.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-