Harga Emas Tertahan di Dekat $4.800, Tertekan Penguatan Dolar AS

avatar
· Views 442

Harga Emas Tertahan di Dekat $4.800, Tertekan Penguatan Dolar AS

Harga emas kembali mengalami tekanan pada sesi perdagangan Asia dan bergerak mendekati level $4.800 per troy ounce. Logam mulia ini kesulitan melanjutkan kenaikan setelah sebelumnya sempat rebound dari area $4.737, yang merupakan level terendah dalam satu pekan.

Tekanan terhadap emas terutama datang dari penguatan Dolar AS (USD) yang didorong oleh naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat membuat investor cenderung beralih ke aset berbunga, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski begitu, penurunan harga emas masih terbatas. Pelaku pasar terlihat berhati-hati dan belum berani mengambil posisi besar, mengingat ketidakpastian terkait pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa delegasi AS akan melanjutkan negosiasi dengan Iran di Pakistan, dengan tujuan memperpanjang gencatan senjata yang saat ini masih rapuh. Namun, dari pihak Iran sendiri masih menunjukkan sikap ragu untuk melanjutkan pembicaraan di tengah tekanan militer dan blokade yang terjadi.

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz juga kembali meningkat setelah insiden penyitaan kapal oleh Angkatan Laut AS. Sebagai respons, Iran kembali menutup jalur strategis tersebut, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kembali kekhawatiran inflasi global. Dampaknya, imbal hasil obligasi AS ikut naik, sehingga memperkuat USD dan menekan harga emas.

Di sisi lain, prospek kebijakan moneter masih menjadi faktor penyeimbang. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed mulai mereda, dengan sebagian pelaku pasar justru melihat peluang penurunan suku bunga pada akhir tahun. Hal ini berpotensi membatasi penguatan dolar lebih lanjut dan memberikan dukungan bagi emas.

Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, pergerakan harga emas diperkirakan tetap volatil. Investor cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.

 

#Emas#

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 1
avatar
Hmm..

-THE END-

  • tradingContest