Harapan De-Eskalasi Konflik AS–Iran Dorong Rebound Pasar Asia, Tapi Risiko Masih Membayangi

avatar
· Views 278

Pasar Asia mulai menunjukkan tanda pemulihan pada sesi perdagangan Senin setelah tekanan tajam sebelumnya dipicu oleh perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks saham seperti Nikkei 225, ASX 200, serta harga emas sempat melemah tajam akibat eskalasi geopolitik, namun kini mulai rebound seiring munculnya harapan pasar terhadap kemungkinan de-eskalasi konflik.

Pergerakan ini mencerminkan pola yang belakangan sering terjadi: aset berisiko sempat tertekan akibat ketegangan geopolitik, lalu pulih kembali ketika muncul peluang negosiasi atau penundaan kebijakan agresif.

Ancaman Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Minyak dan Penguatan Dolar

Selama akhir pekan, pembicaraan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Pakistan dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Menanggapi hal tersebut, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Ancaman tersebut langsung mendorong harga minyak mentah melonjak saat pembukaan pasar, sementara dolar AS menguat dan aset berisiko mengalami tekanan.

Namun demikian, pasar mencatat bahwa kebijakan blokade tersebut baru akan berlaku pada Senin pukul 10 pagi waktu AS, memberikan ruang bagi kemungkinan perubahan arah kebijakan atau pernyataan lanjutan yang berpotensi meredakan ketegangan.

Situasi seperti ini sering disebut pelaku pasar sebagai pola “TACO trade” (Trump Always Chickens Out), yaitu kondisi ketika ancaman keras di awal diikuti oleh pelunakan sikap sebelum kebijakan benar-benar dijalankan.

Jika pola ini kembali terjadi, tekanan terhadap aset berisiko berpotensi mereda. Namun jika tidak, risiko penurunan pasar masih terbuka lebar.

Nikkei 225 Bergerak Dalam Range Kunci

Secara teknikal, indeks Nikkei 225 menunjukkan pantulan kuat dari area 55775, yang selama satu bulan terakhir berfungsi sebagai level support sekaligus resistance penting.

Di sisi atas, area 57250 menjadi batas kenaikan dalam sepekan terakhir dan membentuk range perdagangan yang jelas bagi trader.

Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat, penembusan di bawah 55775 dapat membuka peluang penurunan menuju area 54250, yang berdekatan dengan moving average 50 hari.

Sebaliknya, jika momentum bullish berlanjut, level 57700 menjadi target berikutnya sebelum potensi pengujian kembali area tertinggi historis di sekitar 60051.

Dari sisi indikator teknikal:

  • RSI (14) masih berada di atas level 50
  • MACD telah memberikan sinyal bullish

Kondisi ini mendukung bias kenaikan dalam jangka pendek.

ASX 200 Bertahan di Atas Level Penting 8900

Indeks ASX 200 juga mulai menunjukkan stabilisasi setelah gagal menembus support penting di 8900.

Area ini menjadi level krusial yang menahan tekanan turun menuju cluster moving average 50, 100, dan 200 hari di kisaran 8808–8755.

Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju 8600.

Sebaliknya, jika rebound berlanjut:

  • area 9050 menjadi resistance terdekat
  • diikuti resistance berikutnya di 9120
  • sebelum potensi retest all-time high di 9226

Secara indikator, sinyal teknikal masih cenderung netral dengan bias bullish ringan, sehingga pergerakan harga tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan trader.

Harga Emas Rebound Setelah Gagal Breakdown

Dari ketiga aset yang diamati, emas menunjukkan pemulihan paling kuat setelah sebelumnya sempat turun di bawah $4650 pada awal sesi Senin.

Kegagalan menembus support $4700 mengindikasikan masih adanya minat beli di area tersebut.

Jika harga kembali melemah:

  • support berikutnya berada di $4550
  • lalu area psikologis $4500

Sebaliknya, jika rebound berlanjut:

  • resistance terdekat berada di $4800
  • diikuti resistance berikutnya di sekitar $4850

Indikator teknikal menunjukkan momentum mulai melemah:

  • RSI turun di bawah level 50
  • MACD menunjukkan sinyal pelemahan

Karena itu, trader disarankan lebih fokus pada reaksi harga di area support dan resistance utama.

Risiko Tetap Ada Jika Harapan De-Eskalasi Gagal Terwujud

Rebound yang terjadi di pasar Asia saat ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi bahwa ketegangan geopolitik tidak akan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Namun jika ancaman blokade Selat Hormuz benar-benar direalisasikan, tekanan terhadap aset berisiko seperti saham dan emas berpotensi kembali meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, volatilitas pasar kemungkinan tetap tinggi, sehingga trader perlu memperhatikan perkembangan geopolitik secara ketat karena dapat menjadi katalis utama arah pergerakan pasar global dalam jangka pendek.

 

Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Like this article? Show your appreciation by sending a tip to the author.
Reply 5
avatar
hadeh pusing deh gueh
avatar
damai aja napa
avatar
huft
avatar
ckckck
avatar
hufy

-THE END-

  • tradingContest