
Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (6/4), berada di level Rp16.995 per Dolar AS. Mata uang Garuda tercatat melemah 15 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Di kawasan Asia, mayoritas mata uang justru bergerak menguat. Yen Jepang, Baht Thailand, Yuan China, dan Won Korea Selatan berada di zona hijau, sementara Peso Filipina menjadi salah satu yang melemah.
Dolar Singapura ikut terkoreksi tipis, sedangkan Dolar Hong Kong mencatatkan penguatan ringan pada awal perdagangan.
Mata Uang Global Kompak Melemah
Berbeda dengan Asia, mata uang utama negara maju justru berada di zona merah. Euro Eropa, Poundsterling Inggris, dan Franc Swiss sama-sama melemah. Hal serupa juga terjadi pada Dolar Australia dan Dolar Kanada yang ikut terkoreksi tipis.
Sentimen Global Tekan Rupiah
Analis melihat pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, penguatan Dolar AS juga didukung oleh data tenaga kerja AS (Non-Farm Payroll/NFP) yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini meningkatkan daya tarik Dolar AS sebagai aset safe haven.
Proyeksi Pergerakan Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.050 per Dolar AS.
Dengan kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, terutama dari faktor geopolitik dan harga energi, volatilitas rupiah diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

Leave Your Message Now