
Rupiah akhirnya menunjukkan pemulihan yang cukup solid di awal April. Pada Rabu (1/4) pagi, nilai tukar berada di level Rp16.997 per Dolar AS, menguat sekitar 64 poin atau 0,38 persen dari perdagangan sebelumnya.
Penguatan ini membawa rupiah kembali menjauh dari level psikologis Rp17.000.
Pergerakan Mata Uang Asia Campuran
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang masih bervariasi:
- Yen Jepang melemah sekitar 0,03 persen
- Baht Thailand turun 0,11 persen
- Yuan China menguat 0,16 persen
- Peso Filipina naik cukup kuat di 0,54 persen
- Won Korea Selatan menguat 0,51 persen
Sementara itu:
- Dolar Singapura naik 0,09 persen
- Dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen
Mata Uang Global Kompak Menguat
Mata uang negara maju juga menunjukkan penguatan serempak:
- Euro naik sekitar 0,07 persen
- Poundsterling menguat 0,04 persen
- Franc Swiss naik 0,16 persen
- Dolar Australia menguat 0,19 persen
- Dolar Kanada naik 0,04 persen
Sentimen Risk-On Dorong Rupiah
Menurut analis Lukman Leong, penguatan rupiah kali ini didorong oleh perubahan sentimen pasar menjadi lebih positif. Pasar mulai optimis terhadap peluang de-eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama dari pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketika sentimen berubah menjadi risk-on, investor biasanya kembali masuk ke aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Ruang Penguatan Masih Terbatas
Meski menguat cukup signifikan, pergerakan rupiah masih diperkirakan terbatas. Untuk hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran: Rp16.900 – Rp17.050 per Dolar AS
Artinya, level Rp17.000 masih tetap menjadi area penting yang bisa diuji kembali sewaktu-waktu.
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-