
Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam fase koreksi dan bertahan di sekitar level 100,00 pada awal pekan. Pasar saat ini cenderung wait & see menjelang keputusan kebijakan dari Federal Reserve yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Koreksi Dolar Dipicu Turunnya Harga Minyak
Tekanan terhadap dolar muncul setelah harga minyak dunia mengalami penurunan cukup tajam. Salah satu pemicunya adalah keputusan Iran yang mulai mengizinkan banyak negara untuk mengirim kapal tanker energi melalui Selat Hormuz.
Langkah ini mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Dampaknya:
- Tekanan inflasi berpotensi mereda
- Safe haven seperti dolar mulai kehilangan momentum
- DXY terkoreksi dari level tertinggi 9 bulan di 100,54
Saat ini, indeks dolar diperdagangkan di kisaran 99,90.
Sebelumnya Dolar Sempat Kuat karena Sentimen Risk-Off
Dalam beberapa minggu terakhir, dolar AS sempat menguat signifikan.
Penyebab utamanya:
- Konflik geopolitik antara AS, Iran, dan Israel
- Lonjakan harga minyak
- Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama
Dalam kondisi seperti ini, dolar biasanya diburu sebagai aset safe haven.
Pasar Yakin The Fed Tahan Suku Bunga
Berdasarkan data dari CME Group melalui FedWatch Tool:
- Peluang tidak ada pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat cukup besar
- Pemangkasan kemungkinan baru dipertimbangkan sekitar September
- Probabilitas cut di September saat ini mendekati 50%
Artinya, pasar melihat The Fed masih akan bersikap hati-hati terhadap inflasi.
Fokus Utama: FOMC dan Proyeksi Ekonomi
Investor kini mengalihkan perhatian ke rapat kebijakan Federal Open Market Committee. Yang paling ditunggu bukan cuma keputusan suku bunga, tapi juga:
- Proyeksi inflasi
- Outlook pertumbuhan ekonomi
- Arah suku bunga ke depan (dot plot)
Data ini akan jadi kunci arah market berikutnya—apakah dolar lanjut melemah, atau justru rebound lagi.
Kesimpulan Buat Trader
- Dolar sedang koreksi, tapi belum bearish
- Sentimen minyak & geopolitik masih jadi driver utama
- Keputusan The Fed = high impact event minggu ini
👉 Kalau The Fed terdengar hawkish, dolar bisa naik lagi
👉 Kalau lebih dovish, tekanan ke dolar bisa berlanjut
Disclaimer: The views expressed are solely those of the author and do not represent the official position of Followme. Followme does not take responsibility for the accuracy, completeness, or reliability of the information provided and is not liable for any actions taken based on the content, unless explicitly stated in writing.

-THE END-